KLIKREAD.COM, Jabar - Wakil Ketua Komite SLBN A Pajajaran Tri Bagio, mengaku kaget dan kebingungan saat diminta mengosongkan segera dua unit gedung untuk dijadikan Sekolah Rakyat.
Padahal gedung tersebut sedang digunakan siswanya lagi persiapan menempuh ujian akhir.
Kebingungan Tri Bagio dikarenakan tanpa kejelasan lokasi pengganti gedung tersebut.
Baca Juga: Dukung Kemajuan Pendidikan, PT Karabha Digdaya Gelar Program KDM
Hal ini menjadikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SLBN A Pajajaran pun menjadi kacau.
Kehilangan dua unit gedung pembelajaran yang selama ini digunakan untuk mendidik anak-anak penyandang disabilitas netra dan ganda.
Pengosongan dua unit gedung C dan D itu diminta oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Kepala Sentra Balai Wiyataguna untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
"Kami kaget. Dalam waktu yang mendesak, kami harus mengosongkan.
Anak-anak sedang ujian, kami tidak tahu harus belajar di mana," ujar Tri Bagio dikutip dari laman ayobandung.com, Jumat, 16 Mei 2025.
Ia menjelaskan, permintaan pengosongan awalnya dijanjikan ditunda hingga tanggal 23 Mei.
Namun kemudian diminta tetap segera dikosongkan.
Akan tetapi, berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Kepala Sentra Sri Harijati, mewakili Kementerian Sosial RI, gedung harus mulai dikosongkan pada 15 Mei 2025 kemarin.
Baca Juga: Sesumbar Dedi Mulyadi Bisa Gaji Rp10 Juta Per KK Jika Jadi Gubernur Jakarta Dikecam Warganet