"Perjuangannya Pak Bupati dan Wakil Bupati sangat panjang, saya lihat.
Berusaha beberapa kali bertemu saya, kemudian mengajak saya bertemu dengan pengusahanya.
Tetapi untuk sementara ini saya tidak dulu memenuhi pertemuan itu karena saya menjaga integritas diri saya bahwa seluruh putusannya dilakukan berdasarkan sistem," ujarnya.
KDM juga menyoroti dampak panjang aktivitas tambang terhadap masyarakat di jalur Parungpanjang, mulai dari kemacetan parah hingga gangguan kesehatan.
Menurutnya, selama ini warga harus menanggung penderitaan akibat lalu lintas truk tambang yang padat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Karena yang harus dipikirkan bukan hanya sektor tambang.
Jalur Parungpanjang dilewati masyarakat kita yang juga harus dilindungi agar nyaman pergi ke sekolah, kantor, rumah sakit, berdagang.
Dulu mereka mengalami penderitaan panjang bahkan ada yang meninggal," ucapnya.***
Artikel Terkait
Musibah Tanah Longsor di Jatinangor Jabar Timbun 6 Warga, 4 Meninggal Dunia
Gugatan Cerai Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Diputuskan Rabu Depan
Tim DVI Polda Jabar Berhasil Identifikasi 80 Jenazah Korban Longsor di Cisarua
Memiliki Nilai Sejarah Besar, Walikota Bandung akan Daftarkan Kawasan Asia Afrika Jadi Warisan Dunia UNESCO
Walikota Bandung Sebut Mandat Masyarakat Jadi Optimis Pemko Bandung Hadirkan Kerja Nyata
65,9 Persen Warga Puas Kinerja Pemko Bandung, Walikota Bandung Optimisme Capai 81,4 Persen Pembangunan
KDM Sarankan Uang Pesta Nikah Lebih Baik Digunakan DP Hunian, Cicilan Rumah Hanya Rp170 Ribu Perbulan
Hanya Mengintegrasikan dengan Lapangan Gasibu, Dedi Mulyadi Tegaskan Gedung Sate Tak Dirombak
Buntut Kericuhan di Tamansari Bandung, Polisi Tetapkan 6 Pelajar Jadi Tersangka
KDM Minta Polisi Usut Tunas Kerusuhan May Day 2026 di Tamansari Bandung