Beragam tips praktis dibagikan, mulai pembiasaan membaca oleh guru, sudut baca, pohon literasi, mading aktif, resume kegiatan, lomba literasi, hingga penerbitan majalah sekolah.
Semua itu bukan sekadar program, melainkan cara membangun budaya.
Pada sesi kedua, suasana kelas semakin hidup.
Siswa diajak menyelami dunia jurnalistik sekolah: mengenal profesi jurnalis, menyusun berita, teknik wawancara, hingga latihan menulis.
Kata demi kata dirangkai, pikiran mulai berani berbicara.
“Pelatihan jurnalis idealnya berjalan dua tahun. Namun semoga pertemuan singkat ini bisa menjadi awal," ujar Arment menutup sesi.
Dan pagi itu, di SMPN 52 Batam, api kecil bernama literasi mulai menyala.
Ia mungkin belum besar, namun cukup terang untuk menuntun langkah, dari ruang kelas, menuju masa depan terwujudnya 'Generasi Indonesia Emas 2045'.***
Artikel Terkait
Unit Reskrim Polsek Belakang Padang Ungkap Kasus Dugaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia Secara Ilegal
BP Batam Terus Mengembangkan Pariwisata Batam Sebagai Motor Penggerak Perekonomian
Satpolairud Polresta Barelang Salurkan Bantuan Sosial dan Jumat Berkah kepada Masyarakat Pesisir Tanjung Uma
Sidokkes Polresta Barelang Gelar Pojok Yankes untuk Tingkatkan Kesehatan Personel
Respon Cepat Layanan Call Center 110 Polresta Barelang Tangani Aduan Keributan Warga
BEM FISIP UMRAH Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Wartawan Senior
Waspada Penipuan, Satpol PP Tanjungpinang Ingatkan Tak Pernah Minta Uang
Kapolresta Barelang Dampingi Wali Kota Batam Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Alam di Aceh
Pererat Silaturahmi, Lapas Batam Gelar Makan Bersama Petugas dan Warga Binaan
Polresta Barelang Laksanakan Pengamanan Pelantikan DPW dan DPD KAMUS Kepri Sekaligus Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H