Sebanyak 330 Balita di Kota Tanjungping Alami Stunting, Tahun 2025 Hanya Penurunan 0,1 Persen

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 28 November 2025 | 14:59 WIB
Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kota Tanjungpinang Tahun 2025. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang.)
Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kota Tanjungpinang Tahun 2025. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang.)

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Angka balita yang mengalami stunting di Kota Tanjungpinang tahun 2025 tercatat 330 anak,  hanya mengalami penurunan hanya 0,1 persen.

Berdasarkan hasil prevalensi stunting dan jumlah balita rata rata yang diukur pada tahun 2025 sebanyak 11.457 anak dan alami stunting 330 anak atau sekitar 2,88 persen.

Sebelumnya tahun 2024 dari jumlah 11.140 balita rata-rata stunting sebanyak 332 anak dengan prevalensi 2,9 persen.

Baca Juga: HUT KORPRI Dijadikan Momentum Komitmen Perkuat Wujudkan Pemerintah Profesional

Hal ini dikemukakan Kabid Keluarga Berencana Dinkes P2KB, drg. Dewi Andriani saat Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kota Tanjungpinang Tahun 2025.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Sultan Sulaiaman Badrul Alamsyah Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis 27 November 2025.

Dikatakan Dewi, berdasarkan hasil survey dilapangan intervensi spesifik penurunan stunting sudah banyak dilakukan dan berdampak baik.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi Menuntut Pemerintah Tingkatkan Kemampuan Kelola Komunikasi Publik

Diantaranya skrining anemia dan pemberian TTD bagi remaja putri serta pemeriksaan kehamilan rutin dan tambahan asupan gizi bagi Ibu Hamil.

Dan juga pemantauan perkembangan balita, imunisasi lengkap dan bayi usia 6 hingga 24 bulan selalu mendapatkan MPASI.

"Maka mari bersama kita berupaya untuk Gotong Royong menjadi orang tua asuh bagi balita stunting dan keluarga beresiko stunting dengan pemberian bantuan mencangkup nutrisi berupa makanan bergizi.

Baca Juga: Batam Raih Penghargaan Pelindungan Konsumen 2025, Walikota Berharap Jadi Penyemangat Tingkatkan Kinerja

Serta dukungan non nutrisi seperti eduksi, air bersih, jamban dan pemberdayaan keluarga.

Termasuk dengan adanya program genting, Balita Beresiko Stunting dapat tumbuh Sehat, Cerdas dan Kuat," ujar Dewi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X