“Pulau Penyengat dikenal sebagai pusat peradaban Melayu yang sarat nilai budaya dan spiritual. Karena itu, ritual Mandi Safar menjadi wujud syukur sekaligus upaya menjaga agar tradisi tetap lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Juramadi menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen mendukung pelestarian adat dan tradisi yang sarat nilai lokal, seperti Mandi Safar, yang diyakini menjadi bagian dari identitas bangsa.
Baca Juga: Kapolresta Barelang Dampingi Tim Wasev TMMD Ke-125 Tinjau Pembangunan di Sambau
“Saya mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus menjaga Pulau Penyengat yang kaya sejarah dan budaya religius,” pungkasnya.
Turut hadir Sekretaris Camat Tanjungpinang Kota, Raja Muhammad Ruslan; Lurah Penyengat, Candra Agung Lukita; Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Raja Al Hafis; serta tokoh masyarakat dan warga setempat. ***
Artikel Terkait
Pemko Tanjungpinang Siap Kendalikan Inflasi dengan Langkah Progresif
Polresta Barelang Ungkap Kasus Pemerkosaan dan Pencurian dengan Kekerasan, Pelaku Ditangkap
Walikota Amsakar Lantik Pimpinan BAZNAS Kota Batam, Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab
Wawako Batam Li Claudia: Pesta Rakyat Momentum Kebersamaan dan Cinta Tanah Air
Kapolresta Barelang Dampingi Tim Wasev TMMD Ke-125 Tinjau Pembangunan di Sambau
Artis Ibu Kota Charly Van Houten dan Tri Suaka Bakal Hibur di Pesta Rakyat
Walikota Batam Apresiasi Bakti TMMD Bangun Jalan Sepanjang 1.591 Meter di Kaveling Sambau IV
Warga Ucapkan Terima Kasih, TMMD Bangun Jalan Sepanjang 1.591 Meter di Kaveling Sambau IV
Walikota Batam Tegaskan Pentingnya BAZNAS Jaga Integritas, Pengelolaan Tidak Sehat Segera Dirombak
Wawako Tekankan Perlu Pelestarian Tradisi Mandi Safar Bagian Warisan Budaya Tak Benda