Klikread.com - Banjir merupakan salah satu bencana yang menyebabkan kerugian ekonomi terbesar ketiga dari semua jenis bencana alam, termasuk di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Hal ini menunjukkan bahwa banjir memiliki dampak yang sangat masif terhadap tatanan kehidupan manusia, termasuk Kecamatan Kasemen di Kota Serang, karena dampaknya yang begitu besar.
Efek negatif akibat banjir yakni kerusakan infrastruktur, kerugian material, dan kerusakan imaterial. Salah satu wilayah terdampak banjir yang cukup parah di Banten adalah Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen Kota Serang, Provinsi Banten.
Baca Juga: Loker Terbaru Oktober 2023 di PT Lami Packaging Indonesia Penempatan Serang Banten, Lamar Yuk!
Banjir yang melanda wilayah kasemen merupakan daerah terdampak paling parah di antara tempat lain pada 2022. Terdapat 900 kepala keluarga yang terkena bencana banjir.
Dampak kerusakan yang terjadi cukup berat dan merendam ratusan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Hal ini diperparah dengan kondisi banjir yang disebabkan adanya curah hujan yang tinggi serta puing dan ranting pohon yang tersangkut di sungai sehingga memperparah kondisi banjir.
Berdasarkan kondisi tersebut, tim dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berinisiatif untuk mengadakan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dalam rangka memperkuat dan meningkatkan kesiapan masyarakat di Kelurahan Kasemen, Kota Serang, Banten.
Melalui hibah pengabdian kepada masyarakat skema pemberdayaan berbasis masyarakat yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
Ketua tim yaitu Sulaeman Deni Ramdani, M.Pd. beserta anggota tim yaitu Haris Abizar, M.Pd., dan Herlina Siregar, M.Pd, beserta mahasiswa mengadakan kegiatan pelatihan mitigasi bencana.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 2 Oktober 2023. Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat Untirta bekerja sama dengan Badan Penangglangan Bencana Daerah Provinsi Banten dan Kelurahan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten.
Kepala Kelurahan yaitu Bapak Entik Saefullah dan sekretaris kelurahan yaitu Ibu Dedah judliah beserta tim dari Kelurahan Kasemen membantu penyelenggaraan kegiatan dengan mengajak dan mengundang perwakilan masyarakat untuk hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut.
Alasan pelatihan ini diadakan di Desa Kasemen karena di desa ini pernah terjadi banjir akibat penumpukan sampah dari Sungai Cibanten yang berasal dari limbah sampah masyarakat sekitar dan bukan limbah sampah kirimian.
Artikel Terkait
Pentingnya Memahami Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dalam Seleksi CPNS 2023, Ini Aspek yang Diukur
Lagi dan Lagi! Disiapkan 10 Soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk Persiapan Rekrutmen CPNS 2023
MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Serang Kolaborasi bersama FKIP Untirta gelar Implementasi Kurikulum Merdeka