KLIKREAD.COM - Di antara riuh rendah suara rapat dan tumpukan agenda organisasi, seringkali suara yang paling bising justru datang dari dalam kepala sendiri:
“Apakah aku benar-benar pantas berada di sini?”
Sebuah pertanyaan yang mungkin terdengar seperti bentuk ketidakpercayaan diri, namun bagi sebagian orang, ia adalah kompas.
Baca Juga: Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings
Ia adalah titik berangkat bagi sebuah perjalanan panjang untuk menaikkan nilai diri, bukan melalui tepuk tangan orang lain, melainkan melalui proses yang penuh peluh dan tanya.
Bermula dari Baris Biasa
Langkah itu bermula dari sebuah posisi yang barangkali terlihat jamak: anggota OSIS.
Di sana, tak ada sorot lampu yang berlebih. Namun, di balik seragam yang rapi itu, ada proses pendisiplinan yang sedang bekerja. Menghargai pendapat orang lain dan belajar melebur dalam kerja tim menjadi fondasi awal.
Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Capricorn Rabu, 14 Januari 2026: Kemajuan Keuangan Baik
Di titik ini, "value" bukanlah tentang siapa yang paling vokal, melainkan siapa yang paling mampu mendengar dan menempatkan ego di bawah kepentingan bersama.
Keberanian untuk melangkah lebih jauh kemudian membawa diri pada kursi Wakil Ketua OSIS.
Sebuah transisi yang tak hanya mengubah status, tapi juga beban di pundak. Tanggung jawab mulai terasa nyata, tekanan menjadi kawan sarapan pagi, dan ketenangan diuji saat keputusan-keputusan krusial harus diambil dalam hitungan detik.
Saat Ragu Menjadi Guru
Baca Juga: Konektivitas dan Sensor Lengkap, Advan Macha Ada NFC dan Gyroscope Hardware