Arahan Presiden Jokowi Saat Memimpin Rapat Penanganan Kasus Gagal Ginjal Akut di Istana Bogor

photo author
Khairul, Klik Read
- Selasa, 25 Oktober 2022 | 06:30 WIB
Presiden Jokowi memimpin rapat di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (24/10/2022) (Foto: Humas Setkab/Oji) (tangkapan layar YouTube Setpres RI)
Presiden Jokowi memimpin rapat di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (24/10/2022) (Foto: Humas Setkab/Oji) (tangkapan layar YouTube Setpres RI)

KLIKREAD - Senin siang (24/10/2022) di Istana Bogor, Presiden Jokowi memimpin rapat pengarahan untuk penanganan kasus gagal ginjal akut yang saat ini sudah menewaskan ratusan orang dan ratusan lagi masih dirawat.

Presiden Jokowi memimpin rapat penanganan kasus gagal ginjal akut ini supaya koordinasi dan penanganan ini bisa memberikan ketenangan dan kepastian kepada masyarakat. 

Baca Juga: BPOM Akan Pidanakan Dua Perusahaan Farmasi Yang Diduga Melanggar Batas Kadar Kandungan Berbahaya

Hadir di Istana Bogor dalam rapat ini adalah beberapa pembantu presiden, seperti Menteri Sekretaris Kabinet, Menteri Kesehatan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Keuangan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri BUMN, Kapolri, dan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 

Baca Juga: Febri Diansyah Menyatakan Ada 4 Bukti Pelecehan Sesksual Terhadap Putri Candrawathi Oleh Brigadir J

Rapat ini kemudian dibuka oleh arahan Presiden Jokowi yang menginginkan agar kasus gagal ginjal akut bisa ditangani segera dan bisa ditanggulangi dengan baik.

Berikut ini adalah arahan lengkap Presiden Jokowi saat memimpin rapat penanganan kasus gagal ginjal akut di Istana Bogor Senin siang (24/10/2022):

Baca Juga: Antisipasi Varian XBB, Kementerian Kesehatan Meminta Masyarakat Untuk Segera Lakukan Vaksinasi Booster

Rapat siang hari ini akan membahas mengenai perkembangan kasus obat penyebab gagal ginjal. Saya mendapatkan laporan bahwa kasus ini diduga disebabkan oleh tingginya cemaran bahan pelarut diatas ambang batas yang ditetapkan, seperti, propeline glikol, polietilen glikol, dan lain-lainnya dan kalau melihat data hingga 23 Oktober 2022 tercatat sudah 245 kasus di 26 propinsi. Untuk itu saya ingin kita semuanya memberikan perhatian bersama.

Yang pertama, utamakan keselamatan masyarakat, jangan menganggap ini masalah kecil, ini masalah besar, saya hari minggu sudah menyampaikan pada Menteri Kesehatan untuk sementara obat yang diduga, meskipun masih diduga, itu dihentikan terlebih dahulu menunggu investigasi secara menyeluruh dari BPOM, pada seluruh obat sirup yang menggunakan bahan pelarut dilakukan secara terbuka, transparan tapi juga hati-hati dan obyektif. 

Yang kedua, BPOM segera tarik dan hentikan perederan obat sirup yang betul-betul secara evident base betul betul terbukti mengandung bahan obat penyebab gangguan ginjal tersebut. Dan saya kira akan lebih bagus lagi kalau diumumkan diinformasikan secara luas mengenai nama produknya. 

Dan yang ketiga Kementerian Kesehatan untuk melakukan eksplorasi terhadap seluruh faktor resiko penyebab kasus gagal ginjal dan baik dari sumber-sumber obat-obatan maupun potensi penyebab lainnya, kita ini harus pastikan betul, uji klinis harus dilakukan, laboratorium seluler pada organ ginjal yang terdampak juga betul-betul dilihat betul, sehingga kita bisa memastikan apa yang menjadi penyebab dari gagal ginjal terutama pada anak. 

Dan juga yang keempat, siapkan pelayanan kesehatan untuk masalah ini juga siapkan pengadaan obat-obatan yang dapat mengatasi, menangani dari gagal ginjal ini, dan juga saya minta diberikan pengobatan gratis kepada pasien-pasien yang dirawat, saya kira ini penting sekali. Saya rasa itu yang mungkin bisa saya sampaikan sebagai pembuka.

Baca Juga: Agenda Sidang Terdakwa Bharada E, Kuasa Hukum Brigadir J Pastikan Seluruh Saksi Hadiri Sidang Besok

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Setpres RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X