Kemudian baik Uni Soviet maupun Cekoslovakia meyakini bahwa akan ada operasi besar berikutnya yang akan dilakukan oleh kolaborasi Amerika dan Inggris di Indonesia. Kedua negara tersebut menganggap selama masih ada Presiden Soekarno selama itu pula kekuatan PKI atau kekuatan ideologi komunisme semakin kuat.
Untuk itu disusunlah rencana oleh Bittman bersama Jenderal Agayants dari Biro Dokumen dan Berita Palsu Uni Soviet. Rencana tersebut adalah untuk membuat dokumen palsu yang menyudutkan keberadaan Amerika-Inggris di Indonesia.
Baca Juga: Fakta Pedih Tragedi G30S PKI, Berdalih Menyelamatkan Negara Padahal…
Dokumen tersebut direncanakan akan diserahkan kepada dr. Soebanrio, kepala BPI (Badan Pusat Intelejen) yang kemudian akan diteruskan kepada Presiden Soekarno.
Dokumen yang diyakini adalah hasil rekayasa Intelejen ini merupakan pemicu beredarnya isu-isu liar tentang Dewan Jenderal dan rencana penyerbuan gabungan Inggris-Amerika ke Indonesia.
Dokumen tersebut adalah Dokumen Gilchrist, yang diambil dari nama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Andrew Gilchrist.
Baca Juga: Fakta Mencengangkan Tentang D.N Aidit yang Disebut-sebut Dalang Tragedi G30S PKI
Awal mulanya dokumen tersebut dinamakan Dokumen Gilchrist dikarenakan adanya aksi-aksi yang dilakukan oleh sekolompok massa anti Inggris dan Amerika (kebanyakan simpatisan PKI) yang menerobos masuk ke rumah peristirahatan Gilchrist di Megamendung, Puncak Bogor.
Dari aksi penerobosan tersebut ditemukanlah sebuah telegram dari Kedutaan Inggris di Jakarta ke Kementerian Luar Negeri Inggris di London. Dalam telegram tersebut dinyatakan adanya sekelompok Jenderal TNI AD yang 'merupakan' kawan dekat Amerika dan Inggris yang akan membantu rencana intervensi militer Amerika dan Inggris di Indonesia.
Baca Juga: Profil Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani, Korban Tragedi G30S PKI
Dokumen Gilchrist yang sudah direkayasa oleh Bittman dan Agyants itu kemudian diletakkan di meja Soebandrio, dan dia sangat yakin dengan isinya. Soebandrio kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Soekarno.
Dokumen Gilchrist ini kemudian dijadikan oleh PKI sebagai peluru serangan politik kepada TNI AD. Isu yang beredar dari dokumen itu adalah adanya Dewan Jenderal yang bekerja untuk Amerika dan Inggris dalam usahanya menyingkirkan Presiden Soekarno dan PKI dari perpolitikan Indonesia.
Baca Juga: HEBOH! Mahfud MD Sebut Data yang Dibocorkan Hacker Bjorka Adalah Karangan
Konflik antara PKI dan TNI AD semakin meruncing dan tidak dapat dihindari adanya berbagai aksi kekerasan lanjutan pasca Peristiwa G30S/PKI. Bahkan Presiden Soekarno pun mempercayai tentang isi dari Dokumen Gilchrist, dan sempat memanggil Jenderal Ahmad Yani perihal isu tersebut.
Ahmad Yani pun sebagai pucuk pimpinan TNI AD menyampaikan tidak benar isu tentang adanya Dewan Jenderal yang bekerja untuk Amerika dan Inggris dalam upaya menggulingkan kekuasaan Presiden Soekarno. Ahmad Yani meyakinkan Presiden Soekarno bahwa TNI AD loyal dan setia kepada Presiden dan Pancasila.
Artikel Terkait
Cerita Dibalik Istilah G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok, Ada Yang Mirip Dengan Polisi Khusus NAZI
Fakta Pedih Tragedi G30S PKI, Berdalih Menyelamatkan Negara Padahal…
Fakta Mencengangkan Tentang D.N Aidit yang Disebut-sebut Dalang Tragedi G30S PKI
Sindir TNI Mirip Gerombolan, Effendi Simbolon Diingatkan Gatot Nurmantyo tentang G30S PKI Fase Kelam Indonesia
Pidato Menyentuh Dari Jenderal Nasution Paska Peristiwa G30S PKI Pada Saat Mengantar Jenazah Para Jenderal