KLIKREAD - Salah satu momen tak terlupakan dalam rangkaian peristiwa G30S PKI adalah saat momen para Perwira AD dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Jenazah Perwira AD itu merupakan korban kekerasan dan kekejaman PKI yang pada 30 September 1965 melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah.
Baca Juga: Cerita Dibalik Istilah G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok, Ada Yang Mirip Dengan Polisi Khusus NAZI
Tujuh Perwira AD yang ditemukan di sebuah sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta, ditemukan selang berapa hari setelah kejadian mengerikan tersebut. Pada tanggal 4 Oktober 1965, jenazah tersebut diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya, oleh korps KKO/Marinir AL.
Momen mengharukan terjadi pada saat para Perwira tersebut akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan upacara kemiliteran. Momen yang seharusnya menjadi momen kebanggaan Angkatan Bersenjata, karena mereka pada tanggal 5 Oktober akan merayakan dirgahayunya.
Baca Juga: Jangan Screenshot! Ini Langkah Tepat untuk Download Twibbon Peringatan Sejarah G30S PKI 2022
Pada tanggal tersebut, tidak ada upacara gegap gempita HUT TNI atau ABRI kala itu, malah justru keharuan dan kesedihan yang amat mendalam.
Jika kita yang pernah menonton Film Pengkhianatan G30S PKI yang disutradarai oleh Arifin C. Noer, di bagian endingnya kita akan mendengar pidato Jenderal Nasution sambil menahan isak tangis.
Baca Juga: Fakta Pedih Tragedi G30S PKI, Berdalih Menyelamatkan Negara Padahal…
Yang bikin merinding dalam pidato tersebut adalah iringan lagu yang melatarbelakanginya. Yaitu lagu Gugur Bunga, karya dari komposer nasional kita Ismail Marzuki.
Okay sekarang kita simak yuk dibawah ini apa sih kira-kira yang disampaikan oleh Jenderal Nasution dalam salah satu momen haru dan sedih kita sebagai sebuah bangsa.
Baca Juga: Fakta Mencengangkan Tentang D.N Aidit yang Disebut-sebut Dalang Tragedi G30S PKI
Para prajurit sekalian. Kawan-kawan sekalian. Terutama rekan-rekan yang sekarang kami sedang lepaskan. Bissmillahirrahmanirrahiim. Hari ini, hari angkatan bersenjata kita, hari yang selalu gemilang, tetapi yang kali ini, hari yang dihinakan, oleh fitnahan, dihinakan oleh penghianatan, dihinakan oleh penganiayaan.
Tetapi hari angkatan bersenjata kita, kita setiap prajurit tetap rayakan dalam hati sanubari kita, dengan tekad kita, dengan nama Allah yang maha kuasa, bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan.
Artikel Terkait
Cerita Dibalik Istilah G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok, Ada Yang Mirip Dengan Polisi Khusus NAZI
Fakta Pedih Tragedi G30S PKI, Berdalih Menyelamatkan Negara Padahal…
Fakta Mencengangkan Tentang D.N Aidit yang Disebut-sebut Dalang Tragedi G30S PKI
Profil Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani, Korban Tragedi G30S PKI
Sindir TNI Mirip Gerombolan, Effendi Simbolon Diingatkan Gatot Nurmantyo tentang G30S PKI Fase Kelam Indonesia