KLIKREAD- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan menggelar sidang perdana Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar cs., tersangka kasus dugaan penyelewengan dana kemanusiaan, Selasa, 15 November 2022.
“Ya benar, hari ini sidang terdakwa kasus ACT (Ibnu Khajar cs., tersangka kasus dugaan penyelewengan dana kemanusiaan),” ujar Humas PN Jaksel Djuyamto saat dikonfirmasi hari ini.
Selain Presiden ACT Ibnu Khajar, dua orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka akan menjalani persidangan hari ini ialah mantan Presiden ACT Ahyudin dan mantan Senior Vice President dan Anggota Dewan Presidium ACT Hariyana.
Adapun susunan majelis hakim dalam persidangan tiga tersangka kasus ACT tersebut, yakni hakim ketua Hariyadi dengan hakim anggota Mardison dan Hendra Yuristiawan, dengan perkara nomor 864/Pid.B/2022/PN JKT.SEL, 865/Pid.B/2022/PN JKT.SEL, dan 866/Pid.B/2022/PN JKT.SEL.
Ketiga tersangka tersebut diduga melakukan perbuatan pidana penggelapan dan/atau penyelewengan dana dalam jabatan terdakwa yang bermula dari adanya penyelewengan dana kemanusiaan yang diberikan kepada ahli waris koban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 pada tanggal 2018 lalu.
Dalam perkara tersebut disangkakan melanggar Pasal 372 juncto 372 KUHP dan/atau Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 70 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 5 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan dan/atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) telah menerima pelimpahan tahap II barang bukti dan tersangka Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar cs. dari penyidik Bareskrim Polri.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, dengan penyerahan ini maka tersangka Presiden ACT Ibnu Khajar cs. akan segera disidangkan.
"Tanggal 26 Oktober 2022 sekitar pukul 17.00 WIB, bertempat di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap 2) perkara penggelapan atau penggelapan dalam jabatan Yayasan ACT," ungkap Ketut dalam keterangannya, Rabu (26 Oktober 2022).***