Hal ini untuk mencegah jatuhnya korban tambahan akibat zat kimia berbahaya yang menyebabkan gagal ginjal akut pada balita.
Baca Juga: Hendra Kurniawan Didakwa Menjadi Orang Yang Mengontrol dan Mengawasi Penghilangan Barang Bukti
Menkes menambahkan, kematian bayi per bulan yang telah dideteksi mencapai 35 balita.
"Karena ini sudah meninggalnya puluhan per bulan dan ini yang terdeteksi kita, mungkin sekitar 35 per bulan. Rumah sakit sudah mulai agak penuh yang rujukan. Saya rasa yang meninggalnya lebih dari itu," jelasnya.
Masih dari keterangan Menkes, pihaknya mengambil tindakan preventif agar tidak bertambah korban balita dengan meminta kepada dokter anak dan apotek untuk tidak memberikan obat sirup kepada anak-anak atau balita.***