Pembicaraan nanti antara Presiden Jokowi dengan Presiden FIFA, fokus pertamanya adalah hasil audit terhadap fasilitas di stadion yang ada di Indonesia.
"Mana stadion (yang) internasional, mana nasional, seperti apa standar nasional, seperti apa standar internasional, tidak lain salah satunya ada CCTV, akses masuk penonton dan pemain tidak boleh bersama," Erick Thohir kembali menambahkan.
Fokus kedua yang akan jadi pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Presiden FIFA adalah adanya latihan bersama dan adanya standarisasi keamanan bersama yang sesuai dengan aturan FIFA.
Hal tersebut dilakukan agar tidak ada lagi saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab dalam masalah pengamanan pertandingan sepakbola Indonesia.
Hal berikutnya yang menjadi fokus bersama antara Indonesia dengan FIFA adalah masalah supoter. FIFA mengingingkan adanya database suporter Indonesia yang akan memudahkan pembelian tiket dan dukungan suporter yang sportif dan positif.
Perlu ada transformasi bersama di kalangan suporter agar bisa mencontoh suporter-suporter di Eropa yang ikut membantu perkembangan sepakbola di Eropa.
Terakhir fokusnya adalah pengaturan jadwal pertandingan yang tidak lagi dilaksanakan malam hari, dan permasalahan perizinan pertandingan harus satu atap.
Terakhir Erick Thohir menyampaikan bahwa, FIFA akan berkantor di Indonesia selama berapa bulan kedepan atau bisa jadi setahun, untuk membantu, mengarahkan, dan mendampingi Indonesia dalam proses transformasi sepakbola Indonesia.***