nasional

Presiden Prabowo Tekankan Nilai Luhur Pancasila Perlu Diterjemahkan Jadi Kebijakan Ekonomi untuk Kemekmuran Rakyat

Senin, 1 Juni 2026 | 19:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila. (setneg.go.id)

KLIKREAD.COM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus diterjemahkan menjadi kebijakan ekonomi yang nyata demi kemakmuran rakyat.

Penekan tersebut diucapkan Prabowo dalam pidatonya yang sangat bermakna dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, di gedung Pancasila, Jakarta, 1 Juni 2026.

Dengan nada yang tegas, Presiden mengingatkan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi artefak masa lalu atau sekadar hiasan dalam seremoni kenegaraan.

Baca Juga: BGN Kini Lengkapi MBG dengan Aplikasi, Guru dan Orang Tua Bisa Langsung Pantau Kualitas Menu

Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh besar, termasuk Ketua Dewan Pengarah BPIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin.

Kehadiran para pemimpin ini mempertegas pentingnya persatuan nasional di tengah situasi dunia yang kini dihantui oleh rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi global.

Sentilan bagi Pengelolaan SDA Presiden memberikan perhatian khusus pada melimpahnya sumber daya alam Indonesia, mulai dari nikel, emas, tembaga, hingga kelapa sawit dan komoditas pertanian.

Baca Juga: Lagu Mas Bahlil Ganteng Viral, Menteri ESDM Iingin Temui Dan Ajak Makan Penciptanya

Namun, ia memberikan pernyataan kritis bahwa kekayaan tersebut selama ini belum sepenuhnya memberikan manfaat yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” tegas Presiden dalam pidatonya.

Pernyataan ini menjadi pesan menohok bagi seluruh pemangku kepentingan agar segera melakukan transformasi ekonomi nasional yang benar-benar berlandaskan pada keadilan sosial.

Baca Juga: Dirjen Imigrasi Imbau Waspada Penipuan Layanan Keimigrasian, Hati-hati Website Palsu

Menurutnya, Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang religius, egaliter, dan berpihak pada kepentingan rakyat kecil seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro.

Visi Transformasi dan Kemandirian Bangsa Untuk mengakhiri ketimpangan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini