KLIKREAD.COM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus diterjemahkan menjadi kebijakan ekonomi yang nyata demi kemakmuran rakyat.
Penekan tersebut diucapkan Prabowo dalam pidatonya yang sangat bermakna dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, di gedung Pancasila, Jakarta, 1 Juni 2026.
Dengan nada yang tegas, Presiden mengingatkan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi artefak masa lalu atau sekadar hiasan dalam seremoni kenegaraan.
Baca Juga: BGN Kini Lengkapi MBG dengan Aplikasi, Guru dan Orang Tua Bisa Langsung Pantau Kualitas Menu
Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh besar, termasuk Ketua Dewan Pengarah BPIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin.
Kehadiran para pemimpin ini mempertegas pentingnya persatuan nasional di tengah situasi dunia yang kini dihantui oleh rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi global.
Sentilan bagi Pengelolaan SDA Presiden memberikan perhatian khusus pada melimpahnya sumber daya alam Indonesia, mulai dari nikel, emas, tembaga, hingga kelapa sawit dan komoditas pertanian.
Baca Juga: Lagu Mas Bahlil Ganteng Viral, Menteri ESDM Iingin Temui Dan Ajak Makan Penciptanya
Namun, ia memberikan pernyataan kritis bahwa kekayaan tersebut selama ini belum sepenuhnya memberikan manfaat yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” tegas Presiden dalam pidatonya.
Pernyataan ini menjadi pesan menohok bagi seluruh pemangku kepentingan agar segera melakukan transformasi ekonomi nasional yang benar-benar berlandaskan pada keadilan sosial.
Baca Juga: Dirjen Imigrasi Imbau Waspada Penipuan Layanan Keimigrasian, Hati-hati Website Palsu
Menurutnya, Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang religius, egaliter, dan berpihak pada kepentingan rakyat kecil seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro.
Visi Transformasi dan Kemandirian Bangsa Untuk mengakhiri ketimpangan tersebut.
Artikel Terkait
Sahroni Usulkan Deportasi dan Blacklist Selebgram Brunei yang Membunuh di Blok M
Penerapan Pelajaran Bahasa Prancis, DPR Minta Dilakukan Bertahap Sebagai Mapel Pilihan
Inilah dari Pertemuan Presiden RI dengan Presiden Perancis Hasilkan Sejumlah Kesepakatan
Tak Kunjung Diberangkatkan, Kantor Travel Hanania Digeruduk Calon Jemaah Umroh, Owner Tawarkan Dua Opsi
Fokus Tekan Stunting, BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita
Jawab Polemik, PDIP Harap Jokowi Bisa Tunjukkan Ijazah saat Blusukan Nanti
Gibran Sambut Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungan ke Prancis
Dirjen Imigrasi Imbau Waspada Penipuan Layanan Keimigrasian, Hati-hati Website Palsu
Lagu "Mas Bahlil Ganteng" Viral, Menteri ESDM Iingin Temui Dan Ajak Makan Penciptanya
BGN Kini Lengkapi MBG dengan Aplikasi, Guru dan Orang Tua Bisa Langsung Pantau Kualitas Menu