Diantaranya tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Namun, Aji menegaskan bahwa ketiga korban tersebut memiliki riwayat koinfeksi penyakit berat lainnya, seperti kanker hati dan kegagalan multiorgan.
Dan kabar baiknya, 20 pasien lainnya sudah dinyatakan sembuh total dan kembali beraktivitas normal.
Sementara khusus untuk tahun 2026 ini saja, Aji mencatat ada tambahan lima kasus baru.
Virus ini menuntutnya, agar masyaraka untuk menjaga kebersihan lingkungan secara ekstra, karena cara penularannya cukup tidak disangka-sangka.
"Hantavirus ditularkan melalui hewan reservoir, khususnya tikus dan curut yang terinfeksi, Anda bisa tertular tanpa harus digigit.
Penularan bisa terjadi hanya karena tidak sengaja menghirup debu yang terkontaminasi urine, air liur (saliva), atau feses hewan tersebut," jelasnya.
Untuk itu Kemenkes mengimbau, agar masyarakat untuk sangat mewaspadai lokasi-lokasi berisiko tinggi penyebaran virus, yaitu: gedung tua/lama, area yang dibiarkan terbengkalai.
Dan juga ruang bawah tanah (basement), serta wilayah pemukiman yang memiliki populasi tikus sangat tinggi.
Sementara kasus Seoul Virus ini tidak terpusat di satu pulau saja.
Kemunculan 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ini menjadi warning keras bagi masyarakat Indonesia.
Khususnya di kota-kota padat seperti Jakarta dan DIY.
Baca Juga: Refly Harun Sebut Foto di Ijazah Dikeluarkan UGM Bukan Foto Jokowi