nasional

Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Joki SNBT UTBK di Unesa, 14 Orang Ditangkap Termasuk 3 Dokter

Jumat, 8 Mei 2026 | 15:35 WIB
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

KLIKREAD.COM, Surabaya - Polrestabes Surabaya membongkar sindikat perjokian Seleksi Nasional Berdasarkan Tes-Ujian Tulis Berbasis Komputer (SNBT UTBK) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jalan Lidah Wetan, Kota Surabaya.

Para sindikat diduga telah beroperasi selama hampir satu dekade sejak 2017 hingga 2026.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan 14 tersangka yang memiliki peran berbeda dalam jaringan curang tersebut.

Baca Juga: Kerahkan 700 Personel Gabungan, Polda Papua Siaga Penuh Jelang Pertandingan Persipura vs Adhyaksa

Menariknya, tiga dari belasan tersangka diketahui berprofesi sebagai dokter aktif yang bekerja di luar Kota Surabaya. Mereka diduga ikut terlibat menjadi joki dalam pelaksanaan UTBK.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan para tersangka joki UTBK ini dibagi ke dalam beberapa klaster sesuai perannya masing-masing dalam sindikat tersebut.

"Kami sudah periksa dan tahan para pelaku yang kita kelompokan dari beberapa klaster. Klaster pertama atau penerima order sebanyak lima orang, tiga di antaranya dokter," ujarnya dikutip dari jatim.inews.id.

Baca Juga: Perluas Jaringan Komunikasi Publik, Bakom Resmikan 39 Media Digital Jadi Mitra Pemerintah

Selain itu, polisi juga mengungkap adanya kelompok pemberi order hingga pembuat identitas palsu untuk mendukung aksi para pelaku.

"Kemudian dari klaster pemberi order ada dua orang. Kemudian klaster joki atau pelaksana lapangan ada dua orang. Selanjutnya klaster untuk membuat KT palsu lima orang," katanya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan seorang pengawas saat pelaksanaan UTBK-SNBT pada 21 April 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jalan Lidah Wetan, Kota Surabaya.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Wabah Hantavirus, DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk di Wilayah Perbatasan RI

Saat itu, pengawas mencurigai seorang peserta berinisial HER karena ditemukan kemiripan foto dengan data ujian tahun 2025.

Kecurigaan semakin kuat setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kartu peserta, KTP hingga ijazah SMA milik peserta tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini