nasional

Cegah Penyebaran Wabah Hantavirus, DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk di Wilayah Perbatasan RI

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:50 WIB
Ilustrasi. Penyebaran wabah hantavirus.

KLIKREAD.COM, Jakarta - Dalam rangka mengantisipasi penyebaran wabah hantavirus masuk ke Indonesia, Wakil Ketua Komisi DPR RI Bidang Kesehatan, Yahya Zaini mewanti-mewanti pemerintah untuk memperketat pintu masuk dan wilayah perbatasan RI.

Hal ini terkait wabah hantavirus yang telah menewaskan tiga orang di sebuah kapal pesiar MV Hondius.

Menurut Yahya, pemerintah harus mulai mewaspadai penyebaran virus itu di Indonesia karena dinilai berbahaya.

Baca Juga: TNI Bongkar Dua Ladang Ganja Siap Panen Diduga Milik KKB di Provinsi Papua Pegunungan

"Saya minta pemerintah mulai memperketat pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia.

Seperti pelabuhan, bandara dan pos lintas batas negara (PLBN)," ujar Yahya, Jumat 8 Mei 2026.

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, pemerintah bisa melakukan skrining terhadap kedatangan dari luar negeri baik terhadap WNI maupun warga negara asing (WNA).

Namun, selain pada manusia, Yahya menilai pemerintah juga harus mewaspadai vektor atau hewan yang bisa menjadi perantara penularan seperti tikus.

Baca Juga: Pemberlakuan Layanan Tanpa Fotocopy KTP, Kemendagri Perluas Pemanfaatan Aplikasi IKD

Menurut dia, keberadaan tikus-tikus seperti di kapal maupun pelabuhan harus mulai diawasi.

"Di mana petugas kesehatan mengambil sampel tikus secara berkala untuk kemudian dilakukan PCR hantavirus sehingga dapat memastikan ada atau tidaknya virus," kata dia.

Lebih lanjut Yahya, pemerintah juga bisa melakukan skrining atau tes PCR di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit untuk memastikan belum ada penyebarannya di Indonesia.

Baca Juga: Dihadapan Hakim, Immanuel Ebenezer Minta Ampun Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati

"Walaupun penyebaran hantavirus masih terbatas di dalam kapal pesiar tetapi melakukan pencegahan merupakan langkah yang baik untuk melindungi masyarakat," ujar Yahya.

Halaman:

Tags

Terkini