KLIKREAD.COM, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru non-ASN yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan madrasah.
Berbagai langkah strategis disiapkan, mulai dari percepatan sertifikasi hingga peningkatan insentif berbasis standar upah daerah.
Bahkan untuk mensejahterakan guru ini, Kemenag telah menyiapkan anggaran Rp24 triliun ditujukan sertifikasi dan insentif serta memperkuat status kepegawaian guru non-ASN.
Upaya ini merupakan bentuk komitmen Kemenag RI untuk menghapus kesenjangan antara pendidikan umum dan keagamaan.
Serta juga meningkatkan kualitas tenaga pendidik di madrasah dan sekolah binaan
Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan percepatan sertifikasi ratusan ribu guru dalam dua tahun ke depan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Baca Juga: Murid Sekolah Rakyat Bakal Dapat 4 Pasang Sepatu Gratis dari Kemensos
“Kami menargetkan penuntasan sertifikasi bagi lebih dari 467 ribu guru dalam waktu dua tahun.
Dengan anggaran Rp11,59 triliun, kami ingin memastikan guru yang memenuhi kualifikasi segera mendapatkan sertifikat pendidik dan hak atas tunjangan profesi,” ujar Nasaruddin belum lama ini.
Ia juga mengungkapkan adanya lonjakan signifikan peserta PPG dalam jabatan.
Jika pada 2024 hanya puluhan ribu guru yang mengikuti program tersebut, maka pada 2025 jumlahnya meningkat drastis.
Baca Juga: Jaga Profesionalitas, Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos Saat Bertugas
“Partisipasi PPG dalam jabatan meningkat sangat tajam hingga 700 persen.