“Dan kita tahu Malaka itu, seluruh vessel pengangkut minyak China itu lewat di situ.
Setiap hari ada seratus ribu traffic di situ.
Jadi coba Anda bayangkan, kalau itu terjadi, China akan marah. Karena menghalangi pembuluh darah, menghalangi nasib rakyat China,” ucapnya.
Baca Juga: Mobil Travel Ugal-ugalan di Tol Purbaleunyi, Sopir Kini Akui Kesalahan dan Minta Maaf ke Korban
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan potensi besar Indonesia dalam memanfaatkan jalur perdagangan strategis dunia, khususnya Selat Malaka.
Dia menilai posisi tersebut belum dioptimalkan untuk memberikan kontribusi pendapatan negara.***