Sekitar 180 puskesmas sempat berhenti beroperasi.
Dan hingga kini masih terdapat empat puskesmas di Aceh yang belum pulih sepenuhnya akibat kerusakan berat serta endapan lumpur yang masih tinggi.
Menkes juga menyoroti kondisi pengungsian yang masih menampung sekitar 300 ribu warga di lebih dari 1.000 titik, termasuk 76 desa terpencil dengan akses yang sangat terbatas.
“Ada wilayah yang hanya bisa dijangkau menggunakan perahu, kendaraan khusus, bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh hingga enam jam. Ini menjadi perhatian serius kami,”ucapnya.
Baca Juga: Bantu Pulihkan Aceh Tamiang, Mendagri Kirim 1.138 Praja IPDN
Untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan sekitar 3.200 relawan kesehatan yang bekerja secara bergiliran, termasuk 500 tenaga dari Kemenkes.
Relawan tersebut didukung oleh sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI.
“Rotasi relawan kami lakukan setiap dua minggu agar pelayanan kesehatan di pengungsian dan daerah terpencil tetap berjalan optimal,”ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Budi juga mengapresiasi peran PMI dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
Baca Juga: Akibat Hujan Deras Guyur Solok, Satu Rumah Hanyut Diterjang Luapan Sungai
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, PMI, dan para mitra menjadi kunci percepatan pemulihan layanan kesehatan.
Ke depan, Kemenkes menargetkan pemulihan empat puskesmas yang tersisa dengan dukungan alat berat berukuran kecil agar dapat membersihkan lumpur di ruang-ruang fasilitas kesehatan.
“Jika tersedia alat berat kecil beserta operatornya, kami berharap dalam tiga minggu hingga satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,” pungkasnya.***