Evakuasi massal kini tengah dilakukan terhadap 645 orang yang terjebak di area banjir. Upaya penyelamatan ini mencakup 28 kelurahan dan 128 lingkungan.
Wilayah-wilayah ini tersebar di 11 kecamatan yang berbeda, meliputi Medan Johor, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Sunggal, dan Medan Polonia.
Selain itu, terdapat juga daerah terdampak di Kecamatan Medan Petisah, Medan Helvetia, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Baca Juga: Setahun jadi Presiden, Rocky Gerung Sebut Prabowo Bawa ‘Tong Sampah’ Rezim Pemerintahan Jokowi
Diterpa Isu Kelangkaan BBM
Di tengah bencana banjir yang melanda, muncul kekhawatiran bagi warga setempat terhadap kelangkaan BBM akibat pasokan yang terkendala penyalurannya.
Menyikapi isu tersebut, Rico Waas selaku Wali Kota Medan menghimbau kepada seluruh warga kota Medan agar tidak panik.
Hal ini karena berdasarkan informasi PT Pertamina stok BBM di Kota Medan dinyatakan aman.
Meski terkendala pendistribusian akibat cuaca buruk di Pelabuhan Belawan dan kondisi banjir di sejumlah wilayah.
"Kami menghimbau masyarakat kota Medan untuk tidak panik," kata Rico Waas kepada awak media di rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman, Medan, pada Sabtu, 29 November 2025.
"(Hal itu) karena rekan-rekan Pertamina menyatakan stok BBM cukup," terangnya.
Rico menilai, isu kelangkaan BBM yang terjadi saat ini dikarenakan pendistribusian ke SPBU terkendala akibat cuaca buruk yang terjadi di Pelabuhan Belawan.
Akibatnya, kapal yang sudah bersandar tidak bisa bongkar muat BBM, terlebih adanya faktor banjir juga menjadi kendala dalam pendistribusian BBM.