KLIKREAD.COM, Jakarta - Pengamat politik, Rocky Gerung, menegaskan tak masalah jika proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh disebut sebagai proyek untuk pamer.
Namun dirinya dirinya tak setuju dengan gagasan sebagai lompatan teknologi.
Ia bahkan membandingkan perjalanan perkembangan teknologi di Indonesia di masa pemerintahan yang lalu.
“Lompatan teknologi itu Whoosh masih merayap di darat, itu Habibie udah bikin pesawat yang justru lompatan teknologi ada di situ,” ujarnya.
Saat itu Rocky Gerung melakukan siaran podcast Ten Ten Podcast pada Sabtu, 29 November 2025.
“Sekarang, orang menganggap kalau Whoosh bukan lompatan teknologi, kalau lompatan teknologi, Pak Harto sudah mulai dengan IPTN,” lanjutnya.
IPTN merupakan Industri Pesawat Terbang Nusantara yang didirikan pada 1976 dan menjadi awal mula PT Dirgantara Indonesia (Persero) sebelum restrukturisasi di tahun 2000.
Baca Juga: Rianto Resmi Pimpin JMSI Sumut: Fokus SDM dan Kolaborasi Media
“Habibie waktu itu menemukan ilmu rumus untuk membuat sayap (pesawat) yang akhirnya dipatenkan.
Itu artinya Indonesia pernah masuk dalam lompatan teknologi,” ucap Rocky Gerung.
“Indonesia pernah main di 30 ribu kaki, nah sekarang balik 0 kaki, merayap kan itu.
Jadi, itu nggak benar (lompatan teknologi),” sambungnya.
Baca Juga: Tim Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi Tikus Besar yang Masuk dalam Rumah Warga
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Kirim 6 Pelajar SMP Wakili Indonesia di Ajang IJSO 2025 di Rusia
Terobosan Prabowo di 2026, Sekolah Bisa Ajukan Perbaikan secara Online ke Pemerintah
Tingkatkan Perlindungan Hukum Terhadap Guru, Mendikdasmen MoU Bersama Kapolri
Kakek 89 Tahun Dapat Becak Listrik dari Prabowo, Lansia Tetap Berdaya
Momen Anak SD di Pulau Terpencil Riau Antusias Sambut Kedatangan Perdana Makan Bergizi Gratis
Stunting Capai 21,4 Persen, Bupati Karimun Sebut Akibat Faktor Sosial Ekonomi
KPK Sebut Rehabilitasi Ira Puspadewi Cs Hak Prerogatif Presiden
Tim Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi Tikus Besar yang Masuk dalam Rumah Warga
Rianto Resmi Pimpin JMSI Sumut: Fokus SDM dan Kolaborasi Media
Kondisi Psikis Belum Pulih, Polisi Ungkap Update Terbaru Proses Pemeriksaan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta