Lebih lanjut, Cucun menyinggung masalah kesejahteraan guru serta dosen yang masih minim dan jauh dari rasa keadilan.
Bahkan sebagian guru dan dosen honorer masih harus menelan pil pahit terkait ancaman kehilangan status dan dirumahkan akibat penataan tenaga non ASN oleh pemerintah.
Baca Juga: BRI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui BRI Peduli Ini Sekolahku
"Padahal mereka yang berdiri di garda terdepan pendidikan.
Tapi sampai sekarang, masih banyak guru honorer dan non-ASN yang belum memiliki kepastian status, upah yang layak, maupun akses pelatihan dan pengembangan diri," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan renovasi sekolah sebanyak 11.440 dengan anggaran senilai Rp 16,9 triliun.
Bahkan, Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp 2 triliun untuk digitalisasi membuat smart classroom atau kelas cerdas di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.
Program perbaikan sekolah telah diluncurkan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor pad Jumat 2 Mei 2025 kemarin.***