KLIKREAD.COM, Jakarta - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Dewi Anggraeni meminta Presiden Prabowo Subianto menghentikan proyek makan bergizi gratis (MBG).
Karena diduga terdapat konflik kepentingan dalam pengadaan MBG tersebut dan berjalan amburadul.
Terdapat beberapa persoalan dalam program MBG, pertama pengelolaan anggaran yang diduga sarat kecurangan.
Baca Juga: Istana Bantah Ada Matahari Kembar di Pemerintahan, Terkait Jokowi Beri Arahan Sespimmen Polri
Belakangan terungkap dugaan penggelapan dalam penyaluran anggaran MBG.
Bahkan, mitra dapur MBG di Kalibata, Jakarta Selatan, terpaksa tutup lantaran merugi hampir Rp1 miliar.
Mereka mengaku tidak menerima biaya dari Yayasan MBN, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancoran.
Padahal, mitra dapur tersebut telah memasak 65.025 porsi selama Februari hingga Maret 2025.
Temuan itu menambah rentetan masalah pengelolaan anggaran.
Di Sumenep, Madura, petugas dapur MBG berhenti bekerja karena beban kerja dan besaran upah.
Baca Juga: Ini Alasan Revelino Tuwasey Akui Anak Bilogis Dikandung Lisa Mariana
Laporan di beberapa lokasi juga mengungkap dugaan monopoli pembelian peralatan dapur oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Masalah-masalah itu sekaligus menunjukkan buruknya tata kelola dan lemahnya pengawasan dalam proyek MBG.
Bukan tidak mungkin hal serupa meluas terjadi di berbagai tempat lainnya," ujar Dewi dikutip dari laman jawaPos.com, Senin 21 April 2025.
Kedua, penyaluran anggaran proyek MBG diduga melanggar peraturan.
Baca Juga: Muhammadiyah Dinilai Turut Berperan Pertumbuhan Indonesia di Berbagai Sektor