Rayakan May Day 2023, Berikut 7 Tuntutan Demo Massa Buruh, Kelima: Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan

photo author
Dwi Muksin Yulianto, Klik Read
- Senin, 1 Mei 2023 | 10:10 WIB
Ilustrasi: Tujuh tuntutan massa buruh dalam aksi demo May Day 2023. (Unsplash / Fajar Grinanda.)
Ilustrasi: Tujuh tuntutan massa buruh dalam aksi demo May Day 2023. (Unsplash / Fajar Grinanda.)

KLIKREAD.COM- Massa buruh sebanyak 50 ribu orang bakal turun untuk demo besar-besaran dalam peringatan May Day dengan membawa 7 tuntutan di Istora Senayan, Jakarta, Senin (1/5/2023).

Said Iqbal, Presiden Partai Buruh sekaligus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), mengklaim aksi akan diikuti ribuan buruh.

Said menjelaskan, di Jakarta May Day akan digelar di dua lokasi, yakni depan Istana Kepresidenan dan kompleks Istora, Senayan.

Baca Juga: Loker Terbaru Posisi Industrial Engineer di PT Indo Kordsa Tbk Area Citeureup, Lulusan S-1 Yuk Segera Melamar!

"Tuntutan isu aksi May Day besok ada tujuh. Tadinya enam menjadi tujuh. Isu pertama, cabut omnibus law UU Nomor 6 tahun 2023 tentang Cipta Kerja," katanya.

Kedua, buruh mendesak agar ambang batas parlemen empat persen dicabut. Termasuk, syarat ambang batas pencalonan presiden 20 persen.

Menurut Iqbal, syarat ambang batas parlemen dan presiden telah membahayakan demokrasi.

Ketiga, buruh mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Keempat, menolak RUU Kesehatan.

"Kita bersama IDI. Kita bersama organisasi perawat, bidan, dan organisasi kesehatan lain. Tolak RUU Kesehatan," katanya.

Baca Juga: Loker Terbaru Jakarta Utara Posisi Staf HRD Gaji Rp7 Juta di PT Quality Life Collection, Yuk Buruan Melamar!

Kelima, reforma agraria dan kedaulatan pangan. Massa buruh akan menolak bank tanah, impor beras, kedelai, daging, dan garam.

"Jadi yang kelima isunya reforma agraria dan kedaulatan pangan," ucap Iqbal.

Keenam, buruh akan mendukung calon presiden yang pro buruh dan kelas pekerja. Partai Buruh, menurut Iqbal, haram berkoalisi dengan partai yang mengesahkan UU Cipta Kerja.

"Partai buruh tidak akan berkoalisi dengan partai politik manapun. Partai buruh hanya akan berkoalisi dengan calon presiden secara pribadinya. Kami enggak masuk di tim koalisi partai politik yang mengesahkan UU Cipta Kerja," kata dia.

Ketujuh, HOSTUM, yaitu hapus outsourcing tolak upah murah. "Itulah tujuh isu, agenda yang akan dibawa dalam aksi May Day 2023 pada 1 Mei," kata Iqbal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi Muksin Yulianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X