Tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang masih membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Langkah pembatasan jumlah dapur dan moratorium pendaftaran baru menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga efektivitas program MBG yang merupakan salah satu program prioritas nasional.
Namun di saat yang sama, kebijakan tersebut juga memunculkan harapan dari kalangan investor agar pemerintah segera memberikan kepastian terkait nasib investasi yang telah mereka keluarkan untuk mendukung program tersebut.
Baca Juga: Tiyo Ardianto Ngaku Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang akan Berikan Apa pun Dia Minta
Dengan lebih dari 27.000 dapur yang telah beroperasi, BGN kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan antara pemerataan layanan gizi bagi masyarakat.
Dan juga kepastian bagi para pihak yang telah menanamkan modal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.***
Artikel Terkait
Letak Cap Legalisasi, Mikhael Sinaga Klaim Temukan Perbedaan Ijazah Jokowi Versi PDIP dan KPU
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
TAUD Ngaku Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Terdapat 8.617 Titik Dapur MBG Diluar Skema 3T, Pemerintah akan Tata Ulang
Lindungi Generasi Muda, Kemenkes Akan Wajibkan Bungkus Rokok Dibuat Seragam
Meski Dipanggil Tuhan, Presiden Prabowo Sebut Dirinya Tetap Awasi Perjalanan Indonesia
Tiyo Ardianto Ngaku Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang akan Berikan Apa pun Dia Minta
Pemerintah Percepat Penguatan Ekonomi Desa, 12.232 Gerai KDKMP Rampung Dibangun
Raffi Ahmad Terseret Kasus Bea Cukai, Hotman Kumpulkan Bukti Sebelum Proses Hukum
BGN Ambil Kebijakan Baru, Tetapkan Satu Kecamatan Maksimal Hanya 6 Unit Dapur MBG