KLIKREAD.COM, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP berharap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bisa menunjukkan ijazahnya dalam rencana blusukan ke sejumlah daerah dalam waktu dekat.
Anggota DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira menilai masyarakat di daerah pemilihannya, NTT, lebih penasaran terhadap polemik ijazah Jokowi.
Oleh karenanya, kata dia, Jokowi bisa menjawab langsung polemik tersebut saat blusukannya nanti.
"Di NTT banyak orang yang ini, bertanya gitu, pas saya pulang 'eh bapak bener tidak nih ijazahnya Pak Jokowi itu asli atau palsu?'
Baca Juga: Fokus Tekan Stunting, BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita
Sebetulnya Pak Jokowi (jika blusukan) ke sana, tentu (masyarakat bisa) tanya sendiri langsung," kata Andreas saat acara Bimtek PDIP di kawasan Jakarta Utara, Sabtu 30 Mei 2026.
NTT termasuk satu dari tiga provinsi yang telah dijadwalkan menjadi tujuan blusukan Jokowi yang akan dimulai akhir Juni mendatang. Selain NTT, ada Sumatera Barat dan Lampung.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu mengaku partainya tak khawatir dengan rencana blusukan Jokowi.
Menurut dia, PDIP tetap bisa menang di pemilu meski telah ditinggal mantan kadernya itu.
"Apa yang dikhawatirkan? Wong waktu dia Presiden aja kita menang kok," ujar Andreas.
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi, Djarot Saiful Hidayat menegaskan kunjungan Jokowi ke beberapa daerah justru membuat kadernya kian solid.
Dia mengaku tak ambil pusing dengan rencana blusukan tersebut.
Sama halnya dengan Andreas, Djarot juga mendorong agar tak ada lagi drama polemik ijazah.
Sehingga, dalam rencana blusukannya, Jokowi bisa menunjukkan ijazahnya langsung kepada masyarakat.
Artikel Terkait
Jokowi Safari Kesejumlah Daeran Dinilai Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
Komidigi Minta Semua Pengguna Ponsel Registrasi Ulang Kartu SIM Pakai Data Biometrik
Mulai 28 Mei 2026, Korea Selatan Bebas Visa untuk Turis Indonesia
Mendikdasmen Tegaskan Pemerintah Pertahankan 237 Ribu Guru Honorer hingga Tahun 2027
Menkeu Purbaya Sebut Rupiah Tembus 17.800 per Dolar AS Tak Masuk Akal
Sahroni Usulkan Deportasi dan Blacklist Selebgram Brunei yang Membunuh di Blok M
Penerapan Pelajaran Bahasa Prancis, DPR Minta Dilakukan Bertahap Sebagai Mapel Pilihan
Inilah dari Pertemuan Presiden RI dengan Presiden Perancis Hasilkan Sejumlah Kesepakatan
Tak Kunjung Diberangkatkan, Kantor Travel Hanania Digeruduk Calon Jemaah Umroh, Owner Tawarkan Dua Opsi
Fokus Tekan Stunting, BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita