Sempat Sebut MBG Butuh 19.000 Sapi per Hari, Kepala BGN: Itu Hanya Pengandaian

photo author
Nada Salsabila, Klik Read
- Kamis, 23 April 2026 | 19:22 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana klarifikasi tentang 19.000 ekor sapi per hari untuk MBG. (BGN)
Kepala BGN Dadan Hindayana klarifikasi tentang 19.000 ekor sapi per hari untuk MBG. (BGN)

Baca Juga: Lis Sebut Keberadaan UMKM Jadi Sektor Strategis Menjaga Perputaran Ekonomi Masyarakat

Misalnya ketika peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu, menu yang disajikan berupa nasi goreng dan telur untuk sekitar 36 juta penerima manfaat dan diklaim menjadi penyebab naiknya harga telur di pasaran.

“Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton, dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,” jelasnya.

Oleh Karena itu, menu yang disajikan oleh SPPG per daerah sesuai dengan potensi sumber daya dan kebiasaan sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut.

“Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal, supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi, kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,” paparnya.

Baca Juga: Pelaku UMKM Tanjungpinang Berharap Dukungan Pemda Penyediaan Mesin Sterilisasi Produk Sambal

Pernyataan soal 19.000 Sapi hingga Deretan Momen Viral Menu Daging

Sebelumnya, Dadan sempat melapor kepada Presiden Prabowo bahwa setiap dapur SPPG untuk  MBG membutuhkan satu ekor sapi setiap hari saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada 15 Desember 2025 lalu.

Dalam rapat tersebut, Dadan mengungkapkan ada 19.000 dapur SPPG yang beroperasi pada akhir Desember 2025, sehingga menurutnya sebanyak 19.000 ekor sapi harus dipotong serentak dalam satu hari di seluruh nusantara.

Pernyataan tersebut yang kemudian beberapa kali mendapat sindiran dari warga penerima manfaat karena menu daging sapi jarang muncul saat MBG.

Baca Juga: Kepala BP Batam Tegaskan Program Gema Batam ASRI Wajib Berkelanjutan Bersamaan Gerakan Berbasis Aksi Goro

Beberapa olahan menu daging sapi sempat viral seperti saat menu kering Ramadan di Karawang, Jawa Barat di mana orang tua siswa protes menerima dua potong daging slice tipis untuk MBG.

Kemudian viral daging yang masih alot karena diduga pengolahan yang kurang sempurna di Lampung Barat hingga turut viralnya pengakuan siswa di Nabire saat menu MBG berisi rendang daging saat kunjungan Wapres Gibran di salah satu sekolah ketika biasanya dibagikan telur, ayam, atau ikan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nada Salsabila

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X