TVRI disebut harus bersaing ketat dengan sejumlah pihak lain sebelum akhirnya berhasil mengamankan hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Baca Juga: Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terus Berjalan
“Proses untuk memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 oleh TVRI tentu tidak mudah dan melalui tahapan panjang.
Namun seluruh persiapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen TVRI dalam menjalankan fungsi pelayanan publik,” urainya.
Ia berharap TVRI dapat menghadirkan tayangan berkualitas dunia yang inklusif, mudah diakses, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Termasuk di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Baca Juga: Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan di Aceh
“Masyarakat bisa mengakses siaran Piala Dunia melalui platform FTA atau terestrial dengan menggunakan antena biasa.
Namun untuk platform lain atau OTT (over the top) akan bergantung dengan kebijakan operator pihak ketiga,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Larangan Bendera Bulan Bintang Dikibarkan di Aceh, TNI Sebut Indentik Bendera Gerakan Separatis
Kalah Beri Informasi Penanganan Bencana, Tim Media Pemerintah Disarankan Kerjasama Influencer
Prabowo Perintahkan Kementerian dan Lembaga Tidak Libur Tetap Fokus Tangani Bencana Hingga Pulih
Berisiko Persempit Partisipasi Rakyat, Gerakan Rakyat Tolak Usulan Pilkada Melalui DPRD
Arus Penumpang Nataru 2025/2026 H-1 Capai 962 Ribu, Pelindo Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Optimal
Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan di Aceh
Tiga Orang Tewas, Kapal Rombongan Camat dan Relawan Tenggelam di Selat Makassar
Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terus Berjalan
Polri Kebut Penanganan Dampak Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Wilayah Sumatra
Viral Patung Macan di Jatim yang Disebut Tidak Mirip, Pelaku Seni Bela Ini