Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera, Petugas, TNI, dan Polri Bekerja Hingga 20 Jam per Hari

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 24 Desember 2025 | 18:12 WIB
  Petugas, TNI, dan Polri bekerja hingga 20 Jam per hari dalam pemulihan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera./prabowosubianto.com
Petugas, TNI, dan Polri bekerja hingga 20 Jam per hari dalam pemulihan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera./prabowosubianto.com

KLIKREAD.COM, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, petugas, TNI, dan Polri bekerja hingga 20 Jam per hari.

Hal ini dalam rangka pemulihan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera.

BNPB menegaskan, bahwa proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat.

Baca Juga: BNPB Targetkan Hunian Sementara untuk Warga Aceh Rampung Sebelum Ramadhan

Hal ini dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan secara maksimal di berbagai wilayah terdampak.

Abdul Muhari mengatakan, bahwa pembersihan wilayah terdampak masih terus dilakukan, termasuk di Aceh Tamiang, seiring upaya mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas masyarakat.

“Pembersihan wilayah terdampak terus dilakukan, termasuk di Aceh Tamiang, dengan mengerahkan personel dan alat secara maksimal,” ujar Abdul dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca Juga: Jujur Beri Informasi Penanganan Bencana Sumatera, Seskab Teddy Dinilai Lakukan Gebrakan dalam Komunikasi Publik

Abdul menegaskan, intensitas kerja petugas di lapangan berlangsung sangat tinggi di sejumlah titik terdampak bencana.

“Di beberapa titik, personel TNI dan Polri bekerja hingga 18–20 jam per hari untuk mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Selain Aceh Tamiang, BNPB juga terus memperkuat dukungan pemulihan di wilayah dengan jumlah pengungsi yang masih tinggi, seperti di Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

Di antaranya dengan menambah jumlah tenda pengungsian dan mempercepat pembersihan infrastruktur terdampak bencana.

Baca Juga: Kementrans Didorong Optimalisasi Kawasan Transmigrasi Dijadikan Lumbung Pangan Nasional

Dalam paparannya, Abdul Muhari menjelaskan bahwa pemulihan akses darat di Aceh menjadi salah satu fokus utama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X