Jumlah karyawan FAST berkurang dari 13.106 pada akhir 2024 menjadi 12.065 per September 2025.
Perusahaan juga melakukan konsolidasi beberapa pusat dukungan ke Jakarta sebagai bagian dari efisiensi struktural.
FAST telah mengalami kerugian sejak 2020, dengan 2024 menjadi tahun terburuk dengan kerugian Rp 798 miliar.
Baca Juga: Hingga Saat Ini, Relawan Rumah Bagonjong Sumbar Tetap Solid Digaris Perjuangan Anies Baswedan
Perusahaan menghadapi berbagai tantangan mulai dari dampak pandemi COVID-19, boikot pada 2023-2024, hingga penurunan daya beli masyarakat.
Untuk memperkuat struktur keuangan, FAST melakukan penambahan modal melalui private placement senilai Rp 80 miliar dengan menerbitkan 533,33 juta saham baru pada harga Rp150 per lembar.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian persediaan, pembayaran kewajiban lancar (Rp52 miliar), dan biaya operasional efisiensi karyawan (Rp28 miliar).
Baca Juga: Viral Menkeu Purbaya Melantunkan Ayat Suci Al Quran saat di Dalam Mobil
Meskipun menghadapi tantangan berat, manajemen FAST tetap optimis dan berencana melanjutkan ekspansi dengan membuka gerai baru serta melakukan relokasi ke lokasi yang lebih strategis.***
Artikel Terkait
Berpotensi Membahayakan, BAPETEN Amankan 62 Zat Radioaktif Milik PT DPP
Lewat Video Singkat di Kongres III, Jokowi Ajak Relawan Projo Jaga Semangat Persaudaraan
Megawati Tegaskan, Tidak Ada Tawar Menawar Palestina Harus Merdeka Penuh
Beri Edukasi Masyarakat, Wapres Gibran Lakukan Cek Kesehatan Gratis Diterapkan di Puskesmas
KPK Imbau Pihak Dipanggil Lebih Kooperatif, Terkait Penyelidikan Whoosh
Viral Menkeu Purbaya Melantunkan Ayat Suci Al Quran saat di Dalam Mobil
Hingga Saat Ini, Relawan Rumah Bagonjong Sumbar Tetap Solid Digaris Perjuangan Anies Baswedan
Hasil Penindakan Lapangan, KPK Sita Uang Tunai dari OTT Gubernur Riau Abdul Wahid
Aktor Onadio Leonardo Ajukan Rehabilitasi Narkoba ke BNNP
Presiden RI Prabowo Subianto Panggil Eks Menhub Ignasius Jonan ke Istana Negara