Permintaan Sambungan Listrik Terjadi Lonjakan, Purbaya Optimis Ekonomi akan Pulih Cepat Akhir 2025

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 20 Oktober 2025 | 08:51 WIB
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa./net
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa./net

KLIKREAD.COM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merasa optimistis terhadap tanda-tanda pemulihan ekonomi Indonesia di berbagai sektor.

Ia menyakini pertumbuhan ekonomi ini akan pulih lebih cepat pada akhir 2025 nanti.

Hal ini seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan lonjakan permintaan sambungan listrik baru di sejumlah daerah menjadi indikator bahwa roda ekonomi mulai bergerak.

Baca Juga: Polri Luncurkan 'Penagaduan Cepat Propam Polri' Laporkan Oknum Polisi Melalui Scan QR Code

“Ekonominya memang mulai bergeliat. Dirut PLN kemarin menyampaikan bahwa di banyak tempat orang sudah mulai minta sambungan listrik baru, itu artinya, aktivitas ekonomi mulai bergerak,” ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu, 18 Oktober 2025 lalu.

Purbaya menjelaskan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi pada umumnya pertama kali dirasakan oleh masyarakat kelas menengah.

Ia menyebut kelas menengah memiliki daya beli lebih baik, akses pembiayaan yang luas, serta kemampuan beradaptasi terhadap peluang ekonomi baru.

Baca Juga: Hingga 2026, Pemerintah Targetkan Bangun 269 Sekolah Rakyat

“Biasanya, ketika ekonomi tumbuh makin cepat, yang menikmati paling banyak itu kelas menengah duluan. Yang bawah lebih lama,” ungkapnya.

Purbaya juga menyebut bahwa saat perusahaan mulai melakukan ekspansi, khususnya di sektor teknologi informasi, permintaan tenaga kerja akan meningkat dan mendorong kenaikan upah pekerja.

Namun, dampak tersebut belum banyak dirasakan oleh anak muda yang baru memasuki pasar kerja.

Baca Juga: Masih Proses Pemanggilan Saksi, KPK Bantah Ada Intervensi di Kasus Korupsi Kuota Haji

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka usia muda mencapai 16,16 persen.

Artinya, dari setiap 100 orang berusia 15 hingga 24 tahun yang aktif di pasar kerja, sekitar 16 orang di antaranya masih menganggur***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X