''Mudah-mudahan, baik yang rusak sedang, rusak berat, akan bisa kami selesaikan tanggal 8 atau 9 September,'' imbuhnya.
Selain kerugian dampak kerusakan fisik, Pram juga menyebutkan, Pemprov DKI juga harus menggelontorkan subsidi transportasi yang cukup besar.
Sebab, mulai 31 Agustus hingga 7 September 2025 , tarif TJ dan MRT Jakarta hanya Rp 1.
''Karena gratis tadi, kami harus memberikan subsidi transportasi kurang lebih Rp 18 miliar,'' jelasnya.
Untuk penggunaan anggaran dalam penanganan dampak kejadian itu, Pramono sudah menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.
Baca Juga: Pastikan Kondisi Aman, Polri dan TNI Gelar Patroli Berskala Besar di Jakarta Pasca unjuk Rasa
''Kami sudah meminta izin kepada Kajati agar dilakukan pendampingan dalam penggunaan dana.
Tentunya untuk itu yang digunakan adalah dana kontingensi (cadangan darurat, Red),'' jelasnya.***
Artikel Terkait
Paska Unjuk Rasa, DLH DKI Jakarta Pulihkan Ibukota Kerahkan Ribuan Petugas Kebersihan
Usia Rumahnya Dijarah, Menkeu Sri Mulyani Dikabarkan Mundur dari Jabatannya
BEM Sebut Mahasiswa Amikom Yogyakarta Meninggal Dunia Dikeroyok Polisi Saat Demo
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan dengan Ormas Islam, Bahas Persatuan Bangsa
Buntut Ucapan Terkait Kenaikan Tunjangan, Partai Golkar Nonaktifkan Adies Kadir sebagai Anggota DPR RI
Pastikan Kondisi Aman, Polri dan TNI Gelar Patroli Berskala Besar di Jakarta Pasca unjuk Rasa
Terkait Kerusuhan dan Pembakaran Markas Kepolisian, Presiden RI Prabowo Subianto Nilai Telah Disusupi Terorisme
Dianggap Resahkan Masyarakat, Presiden Prabowo Pastikan Cabut Tunjangan Kerja DPR RI dan Kunker ke luar Negeri
Begini Pernyataan Menkeu Sri Mulyani Setelah Rumahnya Dijarah Sekelompok Orang Tak Dikenal
DKI Jakarta Berlakukan Tarif MRT dan LRT Rp1 Hingga 7 September 2025