Tak lupa, Sri Mulyani juga menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar seluruh masyarakat bisa saling bergandengan menjaga dan membangun Indonesia.
Demonstrasi boleh dilakukan, namun tidak boleh sampai menjarah, membakar hingga melukai.
"Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, dan melukai dan mengkhianati perasaan publik.
Baca Juga: Paska Unjuk Rasa, DLH DKI Jakarta Pulihkan Ibukota Kerahkan Ribuan Petugas Kebersihan
Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan.
Bismillah, kami perbaiki terus menerus," pungkasnya.***
Artikel Terkait
DPP Partai Nasdem Menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI
Paska Unjuk Rasa, DLH DKI Jakarta Pulihkan Ibukota Kerahkan Ribuan Petugas Kebersihan
Viral Penampakan Ijazah Ahmad Sahroni, Nilainya Jadi Sorotan Netizen
Usia Rumahnya Dijarah, Menkeu Sri Mulyani Dikabarkan Mundur dari Jabatannya
BEM Sebut Mahasiswa Amikom Yogyakarta Meninggal Dunia Dikeroyok Polisi Saat Demo
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan dengan Ormas Islam, Bahas Persatuan Bangsa
Buntut Ucapan Terkait Kenaikan Tunjangan, Partai Golkar Nonaktifkan Adies Kadir sebagai Anggota DPR RI
Pastikan Kondisi Aman, Polri dan TNI Gelar Patroli Berskala Besar di Jakarta Pasca unjuk Rasa
Terkait Kerusuhan dan Pembakaran Markas Kepolisian, Presiden RI Prabowo Subianto Nilai Telah Disusupi Terorisme
Dianggap Resahkan Masyarakat, Presiden Prabowo Pastikan Cabut Tunjangan Kerja DPR RI dan Kunker ke luar Negeri