Baca Juga: Kendalikan Amarah Anda untuk Ramalan Zodiak Virgo, Jumat, 1 Agustus 2025
Dari sisi permodalan, BRI memiliki Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,01%, salah satu yang tertinggi di antara perbankan nasional dan jauh di atas ketentuan minimum regulator.
“Dengan kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat tersebut perseroan masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh lebih baik di masa mendatang”, jelas Viviana.
Dari aspek kualitas aset, Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom mengungkapkan bahwa hingga akhir Triwulan II 2025, rasio NPL (Non Performing Loan) BRI tercatat membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 3,04%. Perbaikan tersebut dicapai seiring dengan upaya pertumbuhan yang selektif, serta optimalisasi penagihan dan recovery.
Baca Juga: Danrem Bambang Sambut Silaturahmi Kajati Kepri di Korem 033/WP
BRI juga tetap menyediakan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 188,84%.
Rasio ini mencerminkan tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian (prudential) yang tinggi dalam mengantisipasi potensi risiko ke depan.
"Dengan coverage ratio yang sangat memadai, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan pasar,” ungkapnya.
Baca Juga: Kerja Keras Anda Mulai Kelihatan Hasilnya untuk Ramalan Zodiak Leo Jumat, 1 Agustus 2025
Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa untuk mendorong pelaku usaha tumbuh sehat dan berkelanjutan, BRI juga terus memperbaiki kualitas layanan di bisnis mikro agar prosesnya lebih cepat dan mampu menjawab kebutuhan nasabah.
“Salah satunya adalah dengan melakukan business process reengineering untuk bisnis mikro BRI, dimana inisiatif ini akan berfokus pada empat area utama yakni human capital, business process & model, product & policy enhancement, serta risk management & data capabilities”, jelasnya.
Sinergi strategis Holding Ultra Mikro (UMi) memberikan dampak positif dalam mendorong percepatan inklusi keuangan nasional.
Baca Juga: Danrem Bambang Sambut Silaturahmi Kajati Kepri di Korem 033/WP
“Hingga akhir Triwulan II 2025, Holding Ultra Mikro telah menjangkau 34,7 juta debitur aktif dengan jumlah simpanan mikro mencapai 126 juta rekening”, ungkap Akhmad.
Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menjelaskan bahwa BRI terus menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh masyarakat dan UMKM.
Artikel Terkait
Mayoritas Warga Nilai Pelaksanaan MBG Memuaskan
Sri Mulyani Umumkan Diskon Tarif Listrik Batal, Inilah Gantinya
Diskon Tarif Listrik Batal, Anggota Komisi VI DPR: Prank
Harta Kekayaan Deddy Corbuzier Nyaris Rp 1 Triliun
Pertengahan Tahun 2025, BNI Salurkan Bantuan KUR Rp4,6 Triliun Lebih dari 20.000 Pelaku UMKM
Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Jadi Institusi Keuangan No.1 di Indonesia Dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500
Dukung Aksi Nyata Entaskan Kemiskinan Melalui Program Makan BerGizi Gratis dan Koperasi Merah Putih
Kementerian ATR BPN Terima Pagu Indikatif APBN 2026 Hampir Capai Rp 12 Miliar
Presiden Prabowo Terima Laporan APBN 2024 dan Outlook Fiskal 2025, Siapkan RAPBN 2026
Jumlah Kekayaan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming di LHKPN