KLIKREAD.COM, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menjelaskan soal nama Presiden RI ke-2, Soeharto yang diusulkan jadi pahlawan nasional.
Ia pun menjelaskan bahwa selama ini usulan nama pahlawan awalnya itu datang dari masyarakat.
Menurutnya, pengusulan berawal dari seminar dan diskusi yang digelar oleh berbagai pihak.
Di situ hadir sejarawan, tokoh setempat, dan narasumber lain.
Baca Juga: 9 Produk Megandung Babi, BPJPH Minta Produsen Segera Ditarik dari Peredaran
"Masukan dari masyarakat lewat seminar, dan lain sebagainya.
Nah, setelah seminar selesai, ada sejarawannya, ada tokoh-tokoh setempat.
Dan juga narasumber lain yang berkaitan dengan salah seorang tokoh yang diusulkan jadi pahlawan nasional," ucap Mensos dikutip dari rri.co.id, Senin 21 April 2025.
Mensos menyebutkan jika hasil seminar disetujui bupati atau wali kota, usulan diteruskan ke gubernur.
Baca Juga: Menkes RI Tegaskan Tiap Peserta PPDS Wajib Lakukan Tes Psikologi
Di tingkat provinsi, digelar seminar lanjutan untuk menguatkan pengajuan.
Setelah itu, berkas usulan dikirim ke Kementerian Sosial untuk ditindaklanjuti.
Prosesnya ditangani oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial.
Mensos menyebut tim akan dibentuk untuk mengkaji semua usulan dari daerah.
Artikel Terkait
Ratusan Ribu Jemaah Calon Haji se Indonesia Ikuti Bimbingan Manasik Haji Nasional
Nathalie Holscher Tolak Permintaan Bupati Sidrap untuk Minta Maaf Terkait Hebohnya video Viral Saweran
Bareskrim Usut Laporan Ridwan Kamil Terkait Tudingan Hamili Lisa Mariana
Kemenkes Wajibkan Jemaah Haji 2025 Lakukan Vaksin Polio
Muhammadiyah Dinilai Turut Berperan Pertumbuhan Indonesia di Berbagai Sektor
Ini Alasan Revelino Tuwasey Akui Anak Bilogis Dikandung Lisa Mariana
Istana Bantah Ada Matahari Kembar di Pemerintahan, Terkait Jokowi Beri Arahan Sespimmen Polri
Dinilai Kental Konflik dan Amburadul, ICW Minta Prabowo Hentikan Proyek Program MBG
Menkes RI Tegaskan Tiap Peserta PPDS Wajib Lakukan Tes Psikologi
9 Produk Megandung Babi, BPJPH Minta Produsen Segera Ditarik dari Peredaran