Jika tersentuh Orang Barok dan Daik Lingga akan musnah.
Setelah berpesan, Raja Barok meninggal dunia dan luka tikaman ditubuhnya mengeluarkan darah berwarna putih.
Di masa kini sebagian orang Melayu Lingga dan Orang Laut masih gemar menyantap gubal.
Hanya saja gubal tidak dijadikan makanan pokok harian pengganti nasi.
Baca Juga: Kuliner Bak Kut Teh Lezat dan Gurih di Restoran Warha Keturunan Tionghoa di Kota Batam
Gubal dimakan saat seseorang berselera untuk menyantapnya.
Di lingkungan orang Melayu, kadang gubal di buat sebagai makanan pendamping nasi saat melakukan gotong-royong.
Tidak semua orang bisa membuat gubal dengan baik.
Sebagian orang yang kurang faham, akan menghasilkan gubal yang tidak begitu sedap di makan.
Baca Juga: Kuliner Nasi Lemak di Batam Rasanya Gurih dan Enak untuk Sarapan Pagi
Gubal juga tidak bisa bertahan lama karena mudah keras atau orang Lingga menyebutnya dengan koyol.
Agar kembali lunak dan sedap dimakan, gubal koyol perlu dimasak ulang.
Cara membuat gubal di lingkungan orang Melayu terdiri dari dua jenis***
Artikel Terkait
Kuliner Mie Tarempa Khas Batam Cukup Terkenal yang Bikin Nagih
Wisata Kuliner di Golden Prawn Batam Sajikan Lengkap Aneka Masakan Seafood
Nikmati Wisata Kuliner Mie Lendir Batam Berkuah Kacang Kental yang Terkenal Sangat Enak
Sajian Kuliner Aneka Masakan Seafood Lezat Ditawarkan Love Seafood Restaurant Batam
Kuliner Aneka Olahan Seafood Segar di Barelang Seafood Restaurant
Kuliner Nasi Lemak di Batam Rasanya Gurih dan Enak untuk Sarapan Pagi
Kuliner Bak Kut Teh Lezat dan Gurih di Restoran Warha Keturunan Tionghoa di Kota Batam
Kedai Kopi Terkenal di Batam Morning Bakery Menyajikan Minuman Kopi yang Bikin Nagih
Mencicipi Makanan Tradisional Kue Lampam Oleh-oleh Khas Lingga Terbuat dari Bahan Sagu
Mencicipi Makanan Tradisional Lempeng Belauk Terkenal Sejak Zaman Kerajaan Lingga