KLIKREAD.COM, Batam – Kota Batam dinilai berhasil menyelenggarakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang lebih transparan dan menjangkau masyarakat luas.
Hal ini diwujudkan lewat sosialisasi yang meluas, pelatihan bagi petugas verifikasi, pembentukan posko layanan, serta penerapan sistem pemeriksaan dokumen yang terpadu dan terawasi.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kemendikdasmen Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, menyebut pelaksanaan SPMB di Batam memiliki tantangan tersendiri.
Selain tingginya mobilitas penduduk, masih ada pandangan masyarakat yang menganggap ada sekolah tertentu yang lebih unggul atau “favorit”.
Baca Juga: Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Divonis 10 tahun Penjara dan Uang Penganti Rp809 Miliar
“Tantangan terbesar ada pada jalur domisili karena perpindahan warga ke Batam cukup tinggi.
Belum lagi masih ada stigma sekolah favorit, sehingga pendaftaran cenderung menumpuk di satu tempat saja.
Padahal, semua sekolah terus didorong untuk memberikan mutu pendidikan yang setara,” jelas Warsita dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Untuk memastikan tidak ada anak kehilangan hak bersekolah, pemerintah daerah juga menyiapkan skema bantuan biaya pendidikan.
Bagi calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri, tersedia beasiswa agar tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Seluruh proses penerimaan berlangsung lewat sistem daring dan diawasi bersama Inspektorat Daerah.
“Keberhasilan SPMB tidak hanya diukur dari selesainya proses, tapi apakah semua anak mendapatkan tempat lewat cara yang objektif, terbuka, dan bebas campur tangan.
Daya tampung pun diumumkan secara luas agar masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya proses,” tambahnya.
Artikel Terkait
Mendikdasmen Beri Penghargaan Pemko Batam Terbaik Pelaksanaan SPMB
Siap-siap SPMB Tingkat SD dan SMP di Batam Dibuka Mulai 8 Juni 2026
Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, Disdik Tanjungpinang Gelar Sosialisasi SPMB Online Tahun 2026
Persiapan Matang, Disdik Kepri Pastikan Pengumuman Hasil Verifikasi SPMB Berjalan Lancar