Pada tahun 1983, Presiden Soeharto membangun dua pavilion lagi, yaitu Paviliun Nakula dan Paviliun Sadewa.
Istana ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting, seperti pertemuan kabinet untuk perubahan nilai uang pada tahun 1965.
Baca Juga: Bangunan Wisma Wisnu Wardhani di Sukabumi Saksi Bisu Perjalanan Notaris Belanda Hendrik Schotel
Dan juga menjadi tuan rumah pertemuan penting antara faksi-faksi yang bertikai di Filipina pada tahun 1993.
Meskipun bukan untuk menerima tamu negara, Ratu Juliana dari Belanda sempat berkunjung dan singgah di istana ini pada tahun 1971.
Istana Cipanas terus dipelihara dengan baik untuk menjaga keaslian dan keindahan arsitekturnya, menjadikannya museum hidup yang menyimpan jejak sejarah bangsa Indonesia.
Baca Juga: Gedung Djuang 45 Kota Sukabumi Dulunya Merupakan Hotel Victoria Milik Pengusaha Jerman
Bangunan ini tidak terkesan mewah, tetapi anggun dengan gaya arsitektur tradisional sebagian besar terbuat dari kayu dan papa
Begitu pula Presiden Soekarno ketika itu pernah menikah dengan Ibu Hartini di gedung induk istana dan sering menggunakan Gedung Bentol untuk menyusun pidato kepresidenan.***