Ciplukan, Buah Liar Indonesia yang Diburu Dunia karena Khasiatnya yang Luar Biasa

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 17:11 WIB
Ciplukan, Buah Liar Indonesia yang Diburu Dunia karena Khasiatnya yang Luar Biasa
Ciplukan, Buah Liar Indonesia yang Diburu Dunia karena Khasiatnya yang Luar Biasa

Baca Juga: Gubernur Kepri Ajak Pramuka Terus Berinovasi dan Jadi Teladan Generasi Muda

Rasanya manis segar dengan sentuhan tropis yang mirip nanas dan mangga, membuatnya digemari konsumen mancanegara.

Golden berry juga dikenal dengan berbagai nama lain, seperti Inca berry, Peruvian groundcherry, poha berry, hingga cape gooseberry.

Semua nama itu merujuk pada tanaman yang sama, yaitu anggota keluarga nightshade yang tumbuh subur di daerah beriklim hangat.

Baca Juga: Gubernur Kepri Ajak Pramuka Terus Berinovasi dan Jadi Teladan Generasi Muda

"Selain melawan radikal bebas, ciplukan juga disebut dapat membantu mengurangi peradangan. Senyawa khusus bernama withanolides diyakini berperan dalam melindungi tubuh dari penyakit peradangan usus," demikian studi ilmiah yang diungkap Healthline, dikutip pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Tak berhenti di situ, buah ini juga berpotensi memperkuat sistem imun.

Kandungan vitamin C di dalamnya cukup tinggi, yakni sekitar 15,4 mg per 140 gram buah, setara 21 persen kebutuhan harian wanita dan 17 persen untuk pria.

Baca Juga: Gubernur Kepri Kukuhkan Kepala BPKP Baru, Harapkan Sinergi untuk Pemerintahan Akuntabel

Vitamin C sendiri dikenal penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

"Ciplukan juga kaya akan vitamin K, nutrisi yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Vitamin ini membantu proses metabolisme tulang dan memperkuat struktur kartilago. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan kombinasi vitamin K dan D sangat baik untuk mencegah pengeroposan tulang," lanjut Healthline dalam keterangannya.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan mata.

Ciplukan mengandung lutein, beta-karoten, dan beberapa karotenoid lain yang dikenal ampuh melindungi penglihatan.

Baca Juga: Pemko Batam dan DPRD Sepakati Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan

Pola makan kaya karotenoid terbukti mampu mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab utama kebutaan pada orang lanjut usia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X