“Kita memahami bahwa keselamatan jurnalis tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas demokrasi dan hak publik atas informasi,” ujar Arie.
Ia menilai ancaman terhadap kerja jurnalistik saat ini semakin kompleks, mulai dari kekerasan fisik, intimidasi, serangan digital hingga pelarangan liputan.
Menurutnya, jurnalis kerap berhadapan dengan isu-isu sensitif seperti lingkungan, investasi, ketenagakerjaan, hingga praktik korupsi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan mekanisme perlindungan jurnalis di tingkat daerah menjadi semakin penting.
“Karena itu pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman keamanan bagi jurnalis, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membangun mekanisme perlindungan melalui pembentukan KKJ Kepulauan Riau,” katanya.***
Artikel Terkait
Walikota Batam Intruksikan OPD Percepat Proses Administrasi Pencairan THR dan Insentif Tokoh Masyarakat
Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri, Walikota Batam Salurkan 3.800 Paket Sembako
Perkuat Komitmen Integritas Aparatur, Walikota Batam Keluarkan Surat Edaran Cegah Korupsi dan Gratifikasi Hari Raya
BP Batam Hadirkan Pangan Terjangkau untuk Pegawai dan Masyarakat Lewat Bazaar Murah Ramadhan
Warga Antusias Serbu Gerakan Pangan Murah Bantu Belanja Dapur Lebih Hemat
Yayasan Usnul Khotimah Bagikan 520 Porsi Sup Ayam Gratis di Kampung Baru Batam
Tugboat Terbalik di Batam,PT Pradana Samudra Lines Bertanggungjawab
Ciptakan Ruang Digital Aman bagi Anak dan Remaja, Pemko Batam Terapkan Wajib Verifikasi Usia
Gemilang di Bulan Suci, Adam dan Arasy Borong Juara di Kegiatan Ramadhan Karang Taruna
DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Batam Adakan Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim