Acara Haul Ulama Besar di Pulau Penyengat, Ribuan Jemaah Tiga Negara Padati Masjid Sultan Riau

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Kamis, 12 Februari 2026 | 12:17 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kepri saat menghadiri Haul Ulama Besar di Pulau Penyengat. (Foto: Diskominfo Kepri)
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kepri saat menghadiri Haul Ulama Besar di Pulau Penyengat. (Foto: Diskominfo Kepri)

KLIKREAD.COM, Kepri - Ribuan jemaah dari tiga negara Malaysia, Singapura dan Indonesia memadati Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, dalam rangka Haul Syekh Khalifah Syihabuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Acara digelar Rabu 11 Februari 2026 dihadiri Gubernur Kepulauan Riau (kepri) Ansar Ahmad serta penjabat daerah se Indonesia.

Haul ulama besar tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi magnet spiritual bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Baca Juga: Bukti Komitmen Beri Pelayanan Publik Bebas Korupsi, DPMPTSP Kepri Raih Penghargaan Predikat WBK dari Kemenpan RB

Tahun ini, ribuan jemaah dari tiga negara : Indonesia, Malaysia, dan Singapura memadati kawasan masjid bersejarah itu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, Maulid, tahlil, pembacaan manaqib (riwayat hidup), zikir dan doa bersama.

Serta ziarah ke makam Syekh Syihabuddin yang terletak di belakang Masjid Sultan Riau.

Syekh Syihabuddin dikenal sebagai ulama besar asal Banjar yang diangkat menjadi Mufti dan Kadi Kerajaan Riau-Lingga pada tahun 1842 atas permintaan Raja-Raja Riau.

Baca Juga: Dinas PUPP Kepri Raih Penghargaan Terbaik Wilayah I Sumatera 'Keaktifan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi' dari Kementrian PU

Beliau juga merupakan putra dari ulama besar Nusantara, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki hubungan historis yang kuat dengan para ulama besar, termasuk dari garis keturunan Al-Banjari.

“Pulau Penyengat dan Kerajaan Riau-Lingga secara historis memiliki hubungan emosional dan intelektual yang sangat erat dengan para ulama besar, termasuk dari garis keturunan Al-Banjari,” ujar Ansar.

Kehadiran para ulama pada masa lalu telah menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan dan keislaman di Tanah Melayu.

Baca Juga: Amsakar Targetkan Kunjungan Wisata Tahun 2026 ke Batam Capai 1,7 hingga 1,8 Juta Wisman

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X