“Alhamdulillah, laporan yang saya terima menyebut omzet pengrajin sudah menembus Rp1,4 miliar.
Artinya, apa yang kita lakukan bersama benar-benar membawa manfaat,” ungkapnya penuh terima kasih.
Ia juga menyoroti peran strategis BBFW dalam mendukung sektor pariwisata Batam yang setiap tahun terus berkembang.
Pada tahun 2024, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat 1,3 juta orang, ditambah 3,3 juta wisatawan domestik.
“Dengan 4,6 juta kunjungan, terbayang jika masing-masing membawa batik Batam sebagai oleh-oleh. Itu akan menjadi promosi luar biasa sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Baca Juga: Walikota Batam Serahkan 1100 Paket Sembako kepada Masyarakat Belakang Padang
Lebih jauh lagi, Amsakar mendorong sektor perhotelan, restoran, hingga industri kreatif lainnya ikut berpartisipasi.***
Artikel Terkait
Wisatawan Jatim Dinilai Potensial Kunjungi Kepri, Dispar Bakal Kerjasama Maskapai Garuda Indonesia
Dinkes Kepri akan Tambah 5000 TCM dan Perkuat Kapasitas Kader Guna Percepatan Penuntasan TBC
Polresta Barelang Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMPN 29 Batam, Edukasi Pelajar Agar Berani Tolak Narkoba
Kalapas Batam Hadiri Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI di Batam
Amsakar Berharap Rumah Pompa Air Jadi Solusi Efektif Atasi Banjir di Kawasan Padat Aktivitas
Walikota Batam Serahkan 1100 Paket Sembako kepada Masyarakat Belakang Padang
Walikota Batam Tekankan SPPG Harus Beri Pelayanan Berkualitas Sebagai Wujud Tanggung Jawab Moral Terhadap Bangsa
Amsakar Tegaskan Masjid Agung Merupakan Ikon Batam, Pembangunan Lanskap Jangan Asal Jadi
Festival Budaya Kuliner Sulawesi Tenggara Meriahkan Silaturahim Akbar KKST Kota Batam
Tim Robotik Batam Berhasil Sabet Juara Robotik di Ajang IRTC di Kuala Lumpur