Oleh karena itu, ia meminta agar tim teknis lanskap dirancang dengan sistem resapan dan saluran yang memadai.
“Tidak boleh ada menampung air.
Kawasan masjid harus nyaman, bersih, dan indah.
Kita ingin setiap orang yang datang merasa betah berlama-lama di sini, baik untuk beribadah maupun menikmati suasana,” tegasnya.
Sementara revitalisasi ini mencakup penataan taman, jalur pejalan kaki, serta aksesibilitas yang lebih ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Amsakar berharap, wajah baru Masjid Agung nantinya akan semakin memperkuat citra Batam sebagai kota yang religius dan modern.
Selain itu juga kata Amsakar, agar pembangunan tetap memperhatikan kearifan lokal serta identitas keislaman.
Baca Juga: Dinkes Kepri akan Tambah 5000 TCM dan Perkuat Kapasitas Kader Guna Percepatan Penuntasan TBC
Seraya menyebutkan, bahwa Masjid Agung bukan hanya tempat ibadah semata.
Melainkan pusat aktivitas umat yang harus bisa menjadi teladan dalam hal kebersihan, kerapian, dan keindahan.***
Artikel Terkait
Gubernur Kepri Nilai Kebijakan OJK Beri Dampak Positif Menjaga Stabilitas Sistem Perekonomian
Pemprov Kepri Lepas 19 Atlet akan Berlaga di Ajang PORNAS XVII KORPRI 2025 di Sumatera Selatan
Kunjungan Wisman ke Kepri alami Kenaikan 17,06 Persen, Terbanyak ke Kota Batam
Wisatawan Jatim Dinilai Potensial Kunjungi Kepri, Dispar Bakal Kerjasama Maskapai Garuda Indonesia
Dinkes Kepri akan Tambah 5000 TCM dan Perkuat Kapasitas Kader Guna Percepatan Penuntasan TBC
Polresta Barelang Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMPN 29 Batam, Edukasi Pelajar Agar Berani Tolak Narkoba
Kalapas Batam Hadiri Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI di Batam
Amsakar Berharap Rumah Pompa Air Jadi Solusi Efektif Atasi Banjir di Kawasan Padat Aktivitas
Walikota Batam Serahkan 1100 Paket Sembako kepada Masyarakat Belakang Padang
Walikota Batam Tekankan SPPG Harus Beri Pelayanan Berkualitas Sebagai Wujud Tanggung Jawab Moral Terhadap Bangsa