“Karena itu sosialisasi terus kami lakukan.
Ini program pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran, memberi akses pendidikan layak sekaligus membentuk kemandirian,” jelasnya.
Sementara terkait Kurikulum diterapkan Sekolah Rakyat, yakni menggabungkan pendidikan umum, agama, dan kejuruan.
Pola ini katanya, dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh pelajaran formal.
Tetapi juga terbentuk akhlak, wawasan kebangsaan, serta keterampilan hidup.
Baca Juga: Kumpulkan 157 Medali, Kecamatan Sekupang Raih Juara Umum Forkot Batam VI
“Anak-anak dipersiapkan agar mandiri dan tangguh menghadapi persoalan masa depan.
Bahkan mudah-mudahan ke depan mereka bisa difasilitasi negara untuk melanjutkan ke sekolah kedinasan,” tambah Lis.***
Artikel Terkait
Komisi VI DPR RI Setujui Pagu Anggaran BP Batam 2026, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur
Lapas Kelas IIA Batam Gelar Pemeriksaan TBC untuk WBP, Targetkan 1013 Orang
Kerjasama BNI, Walikota Tanjungpinang Serahkan KKS kepada 1.463 KK Penerima PKH
Lapas Kelas IIA Batam Dukung Penuh Uji Petik Pengamanan dan Intelijen oleh Ditjen PAS
Lapas Batam Gelar Pengecekan Kesehatan Gratis untuk Keluarga Warga Binaan
Kumpulkan 157 Medali, Kecamatan Sekupang Raih Juara Umum Forkot Batam VI
Menhub RI Nilai Transportasi Terintegrasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Entaskan Kemiskinan
Hari Kesadaran Nasional, Walikota Lis Imbau Pegawi Ciptakan Disiplin dan Kesadaran Bekerja Layani Masyarakat
Dijadikan Ruang Edukasi dan Kreativitas Generasi Muda, Semarak Museum di Hatiku 2025 Resmi di Buka
Pengukuhan Pengurus Organisasi Perempuan Diharapkan Dapat Menperkuat Sinergi Pembangunan Daerah