Tentunya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk penanganan stunting secara berkelanjutan.
Para rakor juga dibahas hasil evaluasi nasional berbasis data SSGI/SKI.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lintas Negara, Dua Kurir di Karimun Berhasil Diamankan
Angka stunting di Batam mengalami penurunan dari 16,1 persen (2023) menjadi 14 persen (2024).
Meski demikian, TPPS menilai pencapaian ini belum cukup dan mendorong evaluasi triwulan berbasis data serta aksi langsung di lapangan.
“Kita tidak cukup hanya menerima laporan.
Baca Juga: Hari Bhayangkara, Polres Bintan Fasilitasi Air Bersih di Tembeling Tanjung
Harus ada monitoring dan evaluasi rutin yang benar-benar dijalankan,” tambahnya.
Tahun 2025, TPPS Kota Batam menargetkan intervensi terhadap 24.262 ibu hamil, 24.284 anak usia bawah dua tahun (baduta).
Dan juga 43.593 balita, 95.226 remaja putri, 4.828 calon pengantin, serta 480.019 rumah tangga.
Li Claudia juga menekankan pentingnya intervensi gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dan meminta laporan rutin dari kelurahan dan kecamatan terkait kegiatan penyuluhan serta pelayanan ibu dan anak.***
Artikel Terkait
Polresta Barelang Gelar Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pencurian dengan Kekerasan
Kepala BP Batam Lantik Pejabat Tingkat II di Lingkungan BP Batam
Hindia dan J-Rocks Tampil Memukau Anak Muda Lewat Lagu Evaluasi di Temenggung Abdul Jamal
Polsek Batam Kota Gelar Bakti Sosial Gotong Royong Sambut HUT Bhayangkara ke-79
Lapas Kelas IIA Batam, Jalin Kerja Sama dengan Batam Tourism Polytechnic untuk Kursus Bahasa Inggris dan Mandarin
Hari Bhayangkara, Polres Bintan Fasilitasi Air Bersih di Tembeling Tanjung
Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lintas Negara, Dua Kurir di Karimun Berhasil Diamankan
Tim Task Force Pemko Batam Kembali Bongkar Bangunan Reklame Tak Bayar Pajak
Walikota Batam Berharap Pramuwisata Jadi Corong Pemerintah Menyampaikan Informasi Benar Pada Wisatawan
Polresta Barelang Tindak Lanjuti Laporan Penipuan melalui Layanan 110