KLIKREAD.COM - Kelompok 15 Kuliah Kerja Mahasiswa Tematik Reguler Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melaksanakan program sosialisasi dalam memperingati hari anak nasional dengan tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju: Parenting dan Gizi Seimbang” pada hari selasa tanggal 29 juli 2024 di Posyandu Kamboja 1 Majlis Kampung Cikuray, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka.
Program kerja ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok 15 KKM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang dikonsultasikan bersama Ibu Yeni Widyastuti, S.Sos., M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka memberikan edukasi kepada para orang tua terutama ibu-ibu di Desa Rancasanggal mengenai pola asuh dan pemberian makanan bergizi kepada anak sebagai upaya untuk mencegah stunting.
Disampaikan oleh Ridho Arya Pratama selaku pemateri, menjelaskan bahwa pertahun 2024 sebanyak 25% anak-anak di Provinsi Banten mengalami stunting dengan daerah yang paling banyak adalah Kabupaten Pandeglang.
Penyebab dari stunting tersebut antara lain asupan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pernikahan usia dini, pola asuh, akses pangan, serta lingkungan sosial. Stunting tidak dapat disembuhkan apabila anak telah melewati usia dua tahun, sehingga bahaya dari stunting sendiri dapat mempengaruhi kecerdasan anak dalam proses belajar, menyerap informasi, dan tentunya otak sulit berkembang. Tidak hanya itu, stunting memberikan dampak bagi anak ketika dewasa yaitu postur tubuh kecil, anak mudah sakit, dan dampak yang paling berbahaya adalah mengakibatkan kematian. Ridho Arya Pratama yang merupakan Duta Genre Kota Serang Tahun 2024 pun menyampaikan bahwa BKKBN selalu gencar mengedukasi masyarakat mengenai bahaya stunting.
Ibu Binar Melina selaku TPD Cinangka yang turut hadir dalam acara sosialisasi ini pun menyampaikan pesan kepada ibu-ibu untuk menghindari pemberian makanan instan sedari kecil kepada anak-anak. Beliau mengajak ibu-ibu untuk mulai melakukan pembiasaan baik seperti membuat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) secara alami dengan memanfaatkan pangan lokal yang tersedia seperti singkong, ubi, jagung, dan pisang. Selain itu, pola asuh yang menjadi salah satu penyebab stunting pun harus menjadi perhatian bagi para orang tua.
Disampaikan oleh Ibu Ina Rachman, meskipun zaman sudah maju diharapkan kepada para orang tua untuk menerapkan pola asuh yang baik dengan tidak berpihak kepada penggunaan gadget berlebihan pada anak. Hal ini bertujuan untuk menghindari dampak negatif yang akan timbul dari penggunaan gadget berlebihan. Beliau juga berpesan kepada para orang tua untuk tidak membedakan kasih sayang pada anak.
Kegiatan sosialisasi ini dilakukan oleh Kelompok 15 KKM Desa Rancasanggal dengan anggota yang hadir diantaranya, Adinda Ayu Larasati, Intan Rahmawati Patonah, Mardiansyah, Raihan Haikal Malik, Restu Safitri, Rezki Fajrian Bohari, Reza Febian, dan Yandika Maulana. Tidak lupa kader-kader Desa Rancasanggal pun ikut serta dalam kegiatan sosialisasi ini.
***