Sudah cukup rasanya para pemangku kebijakan berleha-leha dan cengengesan pencitraan didepan media.
Namun isi substansi dari apa yang dilakukan tidak dipahami dan tidak memiliki dampak yang berarti bagi masyarakat banyak.
Tantangan global yang semakin kompetitif ditengah gempuran AI, robot, perang dagang negara adigdaya, menurunnya daya beli, kasus korupsi dan terjepitnya kelas menengah seharusnya menjadi alarm tanda darurat negeri ini.
Hal ini yang harus dimaknai untuk berbenah dan serius untuk mengurus bangsa.
Angka pengangguran masih tinggi, terutama di kalangan lulusan pendidikan tinggi, yang menunjukkan ketidaksesuaian antara kebutuhan pasar kerja dengan kompetensi yang dimiliki pencari kerja.
Selain itu, ketimpangan ekonomi yang semakin lebar membuat banyak lapisan masyarakat, khususnya kelompok bawah, kesulitan mengakses peluang ekonomi yang layak.
Dalam kondisi ini, meskipun pertumbuhan ekonomi tercatat stabil, ketidakpastian yang dialami oleh warga negara semakin memperburuk keadaan sosial-ekonomi.
Dan juga menambah kesulitan bagi mereka yang berjuang mencari pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka.
Sehingga daripada itu pemerintah harus serius berbenah mengurus bangsa ini agar ledakan kekecewaan sosial tidak terjadi yang akan berefek pada instabilitas politik.
Dan berdampak pada investasi yang turun dan meningkatnya angka pengagguran dan kriminalitas yang ada.***