Respon Presiden Soekarno Paska Peristiwa G30S PKI, Mengadakan Rapat dan Ambil Alih Pimpinan Angkatan Darat

photo author
Khairul, Klik Read
- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:42 WIB
G30S PKI dan meredupnya kekuasaan Presiden Soekarno pada tahun 1965-66 (Istimewa)
G30S PKI dan meredupnya kekuasaan Presiden Soekarno pada tahun 1965-66 (Istimewa)

KLIKREAD - Pada dini hari 1 Oktober 1965, beberapa truk memasuki area sekitaran lubang buaya di dekat Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Truk-truk tersebut adalah truk yang membawa jenazah dan perwira AD yang masih hidup. Mereka dibawa untuk kemudian dibuang ke dalam sebuah sumur tua.

Baca Juga: Dekrit II Dari Letkol Untung Pada 1 Oktober 1965, Yang Mendukug G30S 1965 Akan Diberikan Kenaikan Pangkat

Malam sebelum para perwira AD diculik dan dibunuh oleh Gerakan 30 September pimpinan Letkol Untung yang didukung oleh Biro Khusus PKI, kondisi keamanan Jakarta kurang kondusif. Hal ini dikarenakan banyaknya satuan-satuan tentara yang berkumpul disekitaran Monas dan Istana Merdeka.

Satuan-satuan tentara itu tidak dikenal, sehingga menyiratkan akan ada sesuatu yang besar terjadi. 

Baca Juga: Aksi-aksi PKI Sebelum Terjadinya Peristiwa G30S PKI, Dari Angkatan Kelima, Dewan Jenderal, hingga Kanigoro

Pada malam 30 September 1965, setelah selesai menghadiri suatu acara pukul 23.00 WIB, Presiden Soekarno kemudian bermalam di rumah istrinya, Ratna Sari Dewi di Wisma Yaso (sekarang Museum Satria Mandala). 

Esok harinya 1 Oktober 1965, pukul 06.00 sebelum berbelok ke arah Istana Merdeka, Presiden Soekarno menyempatkan diri mengunjungi salah satu istrinya lagi, Hartini, di bilangan Slipi. 

Baca Juga: Daftar Film Rekomendasi Untuk Mengingat Peristiwa G30S PKI, Ada Mel Gibson Loh, Cek Yuk Film Terkait G30S PKI

Pada tanggal 1 Oktober 1965, agenda Presiden Soekarno menurut, pengawalnya, Kolonel Bambang Widjanarko, dalam buku Sewindu Dekat Bung Karno (1989), Presiden Soekarno hari itu akan bertemu Dr J. Leimena (Waperdam) dan Menpagad Letjen Ahmad Yani, di Istana Merdeka. 

Namun, setelah dari rumah Hartini, kendaraan presiden diarahkan ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Alasannya karena banyak pasukan di sekitaran istana yang tidak jelas satuannya dan ada kabar berita hilangnya pucuk pimpinan AD, Letjen Ahmad Yani. 

Baca Juga: Pidato Menyentuh Dari Jenderal Nasution Paska Peristiwa G30S PKI Pada Saat Mengantar Jenazah Para Jenderal

Setelah tiba di Halim Perdanakusuma, Presiden Soekarno disambut oleh Menpangau Marsekal Omar Dani, dan kemudian Presiden Soekarno ditempatkan di salah satu rumah perwira tinggi AU di Halim Perdanakusuma. 

Selam di Halim, Presiden Soekarno menerima berbagai macam informasi tentang adanya tembakan di rumah beberapa perwira tinggi AD. Kabar yang pasti saat itu adalah, ada tujuh perwira AD sebagian hilang dan tewas di rumahnya masing-masing.

Baca Juga: Cerita Dibalik Istilah G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok, Ada Yang Mirip Dengan Polisi Khusus NAZI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X